Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok Minyak AS yang di Bawah Ekspektasi
    Ekonomi

    Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok Minyak AS yang di Bawah Ekspektasi

    January 26, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok Minyak AS yang di Bawah Ekspektasi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Harga minyak bergerak tipis pada hari Rabu setelah data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi.

    Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent menetap sebesar USD 86,12 per barel atau turun satu sen, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap USD 80,15 per barel atau naik 2 sen.

    Benchmark Brent turun 2,3 persen dan WTI berjangka tergelincir 1,8 persen di sesi Selasa setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut dan meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

    “Jika kita melihat minyak mentah, peningkatan stok jauh lebih kecil dari yang diantisipasi, dan itu menimbulkan kekhawatiran tentang keterbatasan pasokan. Tidak ada pasokan cadangan, seperti biasanya, karena cadangan minyak strategis sangat berkurang,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

    Sebelumnya, harga minyak mentah telah menguat pada tahun 2023, dengan patokan global minyak mentah Brent mencapai USD 89 per barel minggu ini. Harge tersebut melesat untuk pertama kalinya sejak awal Desember.

    Harga WTI sempat naik lebih dari 1 dollar AS per barrel pada perdagangan Rabu setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan, persediaan minyak mentah AS naik 533.000 barrel pada Minggu lalu menjadi 448,5 juta barrel.

    Kenaikan didorong oleh berakhirnya pengendalian Covid-19 di Tiongkok dan harapan bahwa kenaikan suku bunga AS akan segera berkurang .

    Sementara itu dari sisi pasokan, volume akan tetap stabil karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya atau yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan akan mendukung tingkat produksi kelompok saat ini pada pertemuan 1 Februari.

     

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : R. Nurul Fitriana Putri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTesla investasi Rp54 triliun produksi truk semi dan baterai di Nevada
    Next Article Ingin Fokus dan Produktivitas Meningkat? Gunakan Teknik Pomodoro
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.