Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»60 persen konsumen Asia Pasifik indikasikan pilih mobil hybrid
    Automotive

    60 persen konsumen Asia Pasifik indikasikan pilih mobil hybrid

    March 1, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    60 persen konsumen Asia Pasifik indikasikan pilih mobil hybrid 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Zebra Technologies Corporation merilis survei bertajuk “Automotive Ecosystem Vision Study” yang mengungkapkan bahwa 60 persen konsumen di Asia Pasifik mengindikasikan lebih memilih kendaraan listrik hybrid di masa depan.

    Dalam survei tersebut tercermin bahwa dalam waktu dekat akan terjadi pergeseran dalam preferensi, dengan lebih dari setengah konsumen (53 persen di dunia, 60 persen di Asia Pasifik) mengindikasikan untuk memilih kendaraan listrik hybrid (hybrid electric vehicle/HEV).

    “Menurut penelitian ini, konsumen sedang tertarik dengan masa depan otomotif yang lebih ramah lingkungan dengan preferensi yang lebih besar terhadap kendaraan listrik,” ucap Vertical Solutions Marketing Lead APAC, Zebra Technologies Tan Aik Jin dalam rilis pers yang diterima ANTARA, Rabu.

    Baca juga: Huawei tandatangani perjanjian baru dengan Seres luncurkan EV pintar

    Penelitian ini juga mendapati bahwa konsumen dari berbagai generasi mendorong produsen otomotif untuk melakukan akselerasi inovasi teknologi, di mana delapan dari sepuluh mengatakan keberlanjutan dan ramah lingkungan adalah prioritas utama mereka dalam menentukan pembelian dan penyewaan kendaraan.

    Sebanyak 87 persen dari kaum milenial memprioritaskan aspek keberlanjutan untuk kendaraan mereka, diikuti oleh 78 persen Gen X dan 76 persen generasi Baby Boomer. Di wilayah Asia Pasifik, 85 persen konsumen sejalan dengan prioritas ini, yakni 92 persen milenial, 83 persen Gen X, dan 72 persen generasi Baby Boomer memprioritaskan keberlanjutan.

    Konsumen juga semakin mendorong penekanan pada personalisasi, yakni kemampuan untuk melakukan kustomisasi kendaraan sesuai keinginan mereka.

    Hampir empat dari lima konsumen mengatakan opsi personalisasi adalah faktor yang menentukan pengambilan keputusan pembelian kendaraan, dan delapan dari sepuluh manajer armada memiliki persyaratan yang sama untuk keberlanjutan dan personalisasi.

    Konsumen di Asia Pasifik paling menggambarkan hal ini dibandingkan konsumen di dunia, di mana 86 persen memprioritaskan opsi personalisasi saat memutuskan untuk melakukan pembelian, dan 92 persen dari manajer armada memiliki persyaratan yang sama.

    Baca juga: Hampir semua mobil Nissan di Eropa akan dialiri listrik pada 2026

    Sementara hampir 80 persen pengambil keputusan dalam industri otomotif di dunia (77 persen di Asia Pasifik) mengakui konsumen memang berharap ada lebih banyak opsi kendaraan yang bisa dipersonalisasikan saat ini, sekitar 7 dari 10 mengatakan sulit untuk mengejar peningkatan permintaan kustomisasi ini.

    Hasilnya, tiga dari empat produsen otomotif di dunia mengatakan membangun kemitraan dengan perusahaan teknologi untuk produksi generasi selanjutnya adalah prioritas utama. Jumlah ini lebih rendah di Asia Pasifik, masing-masing 72 persen dan 64 persen.

    “Ini menjadi sinyal yang kuat bagi para pengambil keputusan di dunia otomotif, bahwa mereka harus berinvestasi secara proaktif pada teknologi yang tepat, sehingga bisa memformulasikan infrastruktur manufaktur yang lebih kuat, yang bisa melayani tuntutan konsumen yang semakin besar ini dengan lebih baik,” kata Tan Aik Jin

    Lebih lanjut, survei tersebut juga mengungkapkan transparansi data dan informasi sangat penting bagi konsumen dan manajer armada, dan mereka menginginkan lebih banyak visibilitas dalam ekosistem otomotif.

    Survei ini dilakukan dari Agustus hingga September 2022, diikuti oleh 1.336 responden di dunia, yang meliputi para pengambil keputusan, manajer armada dan konsumen. Di Asia Pasifik, 350 responden yang disurvei berasal dari India, Greater China, Jepang, dan Korea Selatan.

    Baca juga: Minat konsumen IIMS 2023 tinggi untuk beli kendaraan listrik

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Siti Zulaikha
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleToyota catat 1.947 SPK sepanjang IIMS 2023
    Next Article BCA Sekuritas Paparkan Sektor Menjanjikan Investasi Saham Tahun 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.