Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»fitur otonom mustahil untuk diterapkan
    Automotive

    fitur otonom mustahil untuk diterapkan

    April 26, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    fitur otonom mustahil untuk diterapkan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Perusahaan otomotif asal China BYD menyatakan bahwa peranan teknologi penggerak otonom pada kendaraan masa depan masih tergolong mustahil untuk bisa diterapkan saat ini.

    Juru bicara BYD Li Yunfei, seperti disiarkan Arena EV, Senin (24/4), mempertanyakan teknologi tersebut dari sudut pandang etika, moral, dan keselamatan dan menyarankan bahwa teknologi mengemudi otonom hanyalah proposisi yang salah.

    “Kami pikir teknologi swakemudi yang sepenuhnya terpisah dari manusia sangat, sangat jauh, dan pada dasarnya tidak mungkin,” kata Li Yunfei.

    Dia juga berargumen bahwa masalah terbesar dari fitur otonom adalah keselamatan dan dia juga secara khusus berfokus pada rasa tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya kecelakaan.

    Di China, mengemudi secara otonom pada umumnya tidak diperbolehkan, hanya beberapa kota yang mengeluarkan izin khusus yang sangat terbatas. Kebanyakan mobil otonom di China untuk layanan taksi dan untuk tujuan pengujian.

    Penyataan BYD tersebut berbeda terbalik dengan para produsen otomotif lain yang sedang berlomba-lomba menghadirkan fitur-fitur istimewa dan terdepan untuk satu buah kendaraan, seperti yang dilakukan oleh Tesla.

    Hal itu menjadi lebih menarik, melihat dua pabrikan EV teratas memiliki pandangan yang berlawanan tentang subjek di mana salah satu dari mereka mempertaruhkan masa depannya. BYD baru-baru ini dinobatkan sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia berkat portofolio kendaraan hibrida listrik dan plug-in yang luas.

    Baru-baru ini pula, Tesla siap untuk melangkah lebih jauh dengan menurunkan harganya lebih jauh ke level impas. Perusahaan tersebut tampaknya siap untuk tidak mengambil untung dari kendaraannya karena mereka yakin akan menghasilkan cukup uang dari layanan langganan teknologi swakemudi.

    Pewarta: Chairul Rohman
    Editor: Natisha Andarningtyas
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenghemat Konsumsi BBM saat perjalanan jauh
    Next Article Pengecualian pajak pembelian NEV China melonjak 36 persen pada Q1 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.