Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Angka Kelahiran Remaja Alami Kenaikan
    News

    Angka Kelahiran Remaja Alami Kenaikan

    July 12, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Angka Kelahiran Remaja Alami Kenaikan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Angka Kelahiran Remaja Alami Kenaikan 2
    Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Safrina Salim. (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia mengalami kenaikan, sehingga perlu ada upaya peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi kepada seluruh remaja. Demikian disebutkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

    “Jika pada 2021, angka kelahiran remaja yang tergambar dalam angka rata-rata kesuburan usia spesifik (ASFR) pada perempuan berusia 15-19 tahun mencapai 20,49 per 1.000 Wanita Usia Subur (WUS), namun pada 2022 angka ASFR naik menjadi 26,64 per 1.000 WUS,” kata Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Safrina Salim di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (12/7).

    Safrina menuturkan, data yang dihimpun BKKBN itu bukan kabar baik bagi anak-anak bangsa, karena berkaitan erat dengan terjadinya pernikahan dini dan kelahiran di usia remaja. Perlu adanya perhatian khusus guna menjaga pembangunan kualitas manusia di Indonesia tetap terjaga.

    Sebab berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020, diketahui jumlah remaja usia 10-24 tahun sudah mencapai sebesar 24 persen atau 67 juta jiwa dari total penduduk di Indonesia.

    Menurutnya penyebab angka ASFR terus naik salah satunya adalah akses informasi di media sosial yang semakin pesat di zaman serba modern ini. Media yang kerap kali dijadikan sebagai wadah edukatif, informatif, serta inspiratif, juga dijadikan sebagai tempat untuk mencari hiburan yang kemungkinan mengarah pada unsur negatif.

    Hal itu kemudian menjatuhkan remaja pada masalah kesehatan reproduksi seperti perkawinan anak, Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS, permasalahan kesehatan mental, penyimpangan orientasi seksual, dan terjadinya tindak kekerasan seksual.

    “Guna melindungi remaja dari masalah-masalah tersebut, BKKBN terus menggaungkan informasi soal kesehatan reproduksi yang benar dan mudah untuk diakses remaja melalui media sosial,” katanya.

    Sebelumnya dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional 2023 pun, BKKBN melalui Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi telah menyelenggarakan kegiatan ajang kreativitas di komunitas remaja yang diberi nama ‘’Ajang Kespro Kawula Muda (AKuKaMu) 2023’’.

    Ajang ini menurut Safrina dijadikan sebagai waktu baik untuk menyampaikan informasi tentang program Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Pencegahan Stunting pada remaja, sehingga diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang kreatif dan efektif serta mendorong percepatan penurunan stunting.

    Di konfirmasi secara terpisah, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo juga pernah menyatakan bahwa upaya lain yang bisa dijadikan pencegahan sekaligus memerangi pornografi adalah setiap kementerian/lembaga terkait harus mulai memberikan edukasi seks (sexual education) sejak anak masih kecil.

    Edukasi yang diberikan disarankan disesuaikan dengan tingkatan kelasnya, dan lebih ditekankan pada bagaimana merawat organ reproduksinya atau cara menyelamatkan kesehatan reproduksi dari pengaruh-pengaruh buruk lingkungan sekitar.

    Hasto menekankan di era yang serba canggih itu, pola pikir masyarakat harus bisa bersikap dewasa dengan tidak menerjemahkan edukasi seksual sebagai sexual intercourse (hubungan seks), melainkan hanya sebatas memberikan pengetahuan yang sekadar dibatasi penekanan perbedaan atas laki-laki dan perempuan.

    “Jangan semua punya pikiran kalau diberi pelajaran berupa edukasi seks, ini menjadi kacau di sekolah, pasti anak itu pikirannya berhubungan seks, ini yang menurut saya harus diubah,” ujar Hasto. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIsu Puluhan Juta Data Bocor, Kemenkumham Sebut Biometrik Pemegang Paspor RI Aman
    Next Article KPK Tahan Sekretaris Makamah Agung
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Rekomendasi Mobil Keluarga Murah dan Irit Terbaik 2026
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.