Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Penjualan mobil listrik di Jerman anjlok hingga 54,9 persen
    Automotive

    Penjualan mobil listrik di Jerman anjlok hingga 54,9 persen

    February 11, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penjualan mobil listrik di Jerman anjlok hingga 54,9 persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta (ANTARA) – Penjualan mobil listrik (Electric Vehicle/EV) baru di Jerman anjlok hingga 54,9 persen akibat kebijakan insentif pajak EV yang dicabut oleh pemerintah.

    Seperti kebanyakan negara lain di dunia, Jerman sebelumnya memberikan insentif pajak kepada warga yang membeli kendaraan listrik. Namun, pada Desember 2023, pemerintah negara tersebut tiba-tiba memutuskan untuk mengakhiri program insentif itu, setelahnya penjualan kendaraan listrik langsung anjlok.

    Laman Carscoops, Sabtu (10/2) melaporkan, bahwa dibandingkan dengan Desember 2023, penjualan kendaraan listrik baru pada Januari 2024 turun 54,9 persen, sementara penjualan Plug-In Hybrid (PHEV) turun 19,6 persen.

    Di sisi lain, pasar untuk kendaraan dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) naik lebih dari sembilan persen, yakni naik 9,1 persen untuk bensin, dan 9,5 persen untuk diesel.

    Baca juga: Industri EV di Korsel lesu, Tesla hanya berhasil jual satu unit mobil

    Penjualan kecil kendaraan ICE tidak cukup untuk menopang pasar otomotif, yang menyusut 11,7 persen dibandingkan dengan Desember 2023.

    Meskipun berakhirnya insentif pajak secara tiba-tiba tidak diragukan lagi menjadi penyebab penurunan penjualan kendaraan listrik, itu bukan satu-satunya alasan penurunan penjualan.

    Constantin Gall, seorang ahli dari konsultan keuangan yang banyak menangani kasus industri otomotif Ernst & Young (EY), mengatakan bahwa ada masalah mendasar yang berkontribusi terhadap penurunan penjualan tersebut.

    “Perekonomian yang lemah, biaya pembiayaan yang tinggi, dan ketegangan geopolitik yang cukup besar menyebabkan keengganan untuk membeli dari pihak individu dan perusahaan,” kata Gall kepada Wall Street Journal.

    Ia mengakui bahwa kurangnya insentif akan menjadi tantangan bagi para produsen mobil, dan 2024 kemungkinan akan menjadi tahun yang sulit bagi industri otomotif.

    Hal ini memicu perang harga di Jerman, di mana perusahaan-perusahaan seperti VW, Tesla, dan BYD dari China telah mengumumkan pemotongan harga untuk model-model mobil listrik.

    Baca juga: Penjualan mobil listrik BYD meningkat 48 persen Januari 2024

    Dengan prospek ekonomi Jerman yang masih suram, para analis memperkirakan bahwa penurunan harga akan berlanjut hingga tahun 2024, yang mungkin akan sulit ditanggung oleh perusahaan-perusahaan mobil listrik yang lebih kecil.

    Asosiasi otomotif Jerman, VDA, memperkirakan pertumbuhan dua persen di pasar mobil penumpang global pada tahun 2024, mencapai 77,4 juta mobil, hampir menyamai tingkat sebelum pandemi sebesar 78,8 juta.

    Namun, asosiasi tersebut memperkirakan kontraksi satu persen di pasar mobil Jerman untuk tahun yang sama, dengan penjualan turun menjadi 2,82 juta mobil, turun 25 persen dari tingkat sebelum pandemi, menurut Reuters.

    Secara khusus, penjualan kendaraan listrik diproyeksikan turun sekitar sembilan persen di tahun mendatang, meskipun ada lonjakan produksi sebesar 19 persen.

    Untungnya, Jerman tetap menjadi salah satu eksportir otomotif terbesar di dunia, yang dapat memberikan kelegaan bagi para produsen mobil di tengah prospek industri yang penuh tantangan.

    Baca juga: Penjualan EV di Australia cetak rekor meski SUV tetap jadi favorit

    Pewarta: Pamela Sakina
    Editor: Siti Zulaikha
    Copyright © ANTARA 2024

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBerkat Program BRInita, Kelompok PKK Rawa Barat Sukses Budidaya Hidroponik dan Ikan Nila
    Next Article Daihatsu bukukan penjualan ritel 16.976 unit mobil pada Januari
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.