Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Teknologi baru Volvo dapat deteksi tabrakan jauh di depan
    Automotive

    Teknologi baru Volvo dapat deteksi tabrakan jauh di depan

    March 17, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Teknologi baru Volvo dapat deteksi tabrakan jauh di depan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta (ANTARA) – Volvo meluncurkan teknologi baru yang akan memberi tahu pengemudi jika ada kecelakaan di depan sehingga dia dapat menghindari area tersebut atau merespons dengan tepat.

    Laman Drive, Sabtu (16/3) melaporkan bahwa fitur tersebut akan diperkenalkan Volvo di Denmark bernama Accident Ahead Alert.

    Accident Ahead Alert adalah teknologi Volvo berbasis cloud yang terhubung dengan mobil, pengemudi akan diberi tahu tentang berbagai jenis kecelakaan menggunakan data waktu nyata dari pusat manajemen lalu lintas.

    Teknologi dari Volvo itu menggunakan atau berfungsi serupa dengan teknologi Car-to-X yang diluncurkan di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir, dan dipasang pada kendaraan seperti VW Golf. Teknologi tersebut memungkinkan mobil berbagi data satu sama lain, serta jaringan jalan raya, jika kompatibel.

    Baca juga: Penjualan mobil listrik Volvo tumbuh 10 persen

    Volvo mengatakan bahwa peringatan tersebut dapat menjangkau kendaraan hingga ratusan meter sebelum titik kejadian dan mengklaim bahwa teknologi itu dapat membantu mengurangi kemacetan dengan memungkinkan pengemudi untuk mengubah arah.

    Pesan lalu lintas terkait keselamatan yang dikirim ke pengemudi dapat mencakup area kecelakaan yang tidak terlindungi, rintangan seperti puing-puing dan hewan, jalan yang licin sementara yang mengurangi jarak pandang, dan penyumbatan jalan yang tidak dikelola.

    Informasi untuk peringatan itu bersumber dari otoritas jalan nasional dengan badan-badan di Inggris, Jerman, Finlandia, Austria, dan negara-negara Eropa lainnya yang terlibat dalam sistem itu, digabungkan dengan data dari mobil-mobil lain yang terkoneksi di area tersebut.

    Fitur peringatan kecelakaan serupa juga terdapat pada aplikasi navigasi Waze, yang didasarkan pada laporan dari pengguna, dan bukan data dari lokasi pusat.

    “Kami menyerukan kepada lebih banyak otoritas jalan raya untuk membagikan data kecelakaan lalu lintas anonim dan mendorong produsen mobil lain untuk bergabung dengan kami dalam menawarkan teknologi serupa,” demikian pernyataan Volvo.

    Baca juga: Volvo perluas kantor pusat Asia-Pasifik di Shanghai

    Accident Ahead Alert dapat digunakan pada mobil Volvo yang kompatibel. Volvo memperkenalkan teknologi mobil terkoneksi berbasis cloud sejak 2016 pada kendaraan seri 90, 60 dan 40 generasi terbaru tanpa biaya tambahan untuk mengaktifkan fitur tersebut.

    Belum ada jadwal kapan teknologi ini akan tersedia di negara lainnya, namun, Volvo berencana untuk meluncurkan Accident Ahead Alert dari Denmark ke seluruh Eropa.

    Produsen mobil asal Swedia itu telah bekerja sama dengan Direktorat Jalan Raya Denmark untuk memperkenalkan sistem ini dan menjadikan mobil-mobilnya sebagai bagian dari organisasi ekosistem data untuk keamanan jalan atau disebut Data for Road Safety (DFRS).

    Dibentuk pada tahun 2017, DFRS merupakan organisasi di Eropa yang mengklaim menyediakan data kendaraan, kerumunan, dan infrastruktur secara langsung untuk meningkatkan keselamatan jalan di seluruh Eropa. Bertindak sebagai pusat manajemen lalu lintas, DFRS memberikan pesan lalu lintas terkait keselamatan kepada pengemudi Volvo.

    Peringatan itu dirumuskan setelah berbagi informasi antara badan jalan nasional publik dan organisasi/kendaraan swasta, dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan dan efektivitas data yang berkontribusi pada peningkatan keselamatan jalan.

    Volvo adalah salah satu dari beberapa perusahaan mobil yang bekerja sama dengan DFRS, bergabung dengan BMW, Ford, Mercedes-Benz dan Volkswagen.

    Baca juga: Studi: Visibilitas penting untuk hindari risiko kecelakaan lalu lintas

    Baca juga: Beberapa kiat hindari “hydroplaning” saat musim hujan

    Baca juga: Honda kampanyekan keselamatan berkendara lewat simulator Sensing

    Pewarta: Pamela Sakina
    Editor: Natisha Andarningtyas
    Copyright © ANTARA 2024

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKiat hindari mengantuk saat berkendara pada bulan puasa
    Next Article Kereta Api, Transportasi Paling Diminati Pemudik Pada Lebaran 2024
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.