Andalannews.com – Penasaran The Odyssey menceritakan tentang apa sih? Pertanyaan ini ramai dicari menjelang penayangan film terbaru sutradara Christopher Nolan yang resmi dirilis di bioskop pada Juli 2026.
Informasi yang dihimpun, film anyar ini diadaptasi dari puisi epik karya Homer yang telah berusia ribuan tahun mengisahkan perjalanan panjang Odysseus, raja Ithaca, dalam usahanya kembali ke rumah setelah Perang Troya.
Dengan skala produksi yang masif, jajaran pemeran papan atas, dan teknologi IMAX penuh, The Odyssey menjadi salah satu film paling dinantikan tahun ini.
Jadi The Odyssey menceritakan tentang apa? Setidaknya dapat dijawab merupakan kisah petualangan Odysseus yang harus menghadapi berbagai rintangan selama perjalanan pulang menuju kerajaan Ithaca.
Setelah memenangkan Perang Troya, Odysseus tidak dapat langsung kembali menemui istrinya, Penelope, dan putranya, Telemachus.
Perjalanan yang seharusnya berlangsung singkat berubah menjadi pengembaraan selama sekitar 10 tahun akibat badai, kutukan, serta berbagai makhluk mitologi yang menghadang di sepanjang perjalanan.
Dalam kisah tersebut, Odysseus harus menghadapi Cyclops Polyphemus, godaan para Siren, penyihir Circe, hingga nimfa Calypso. Di sisi lain, Penelope terus menunggu kepulangan sang suami sambil menghadapi para pelamar yang ingin merebut takhta Ithaca.
Meski bersumber dari mitologi Yunani kuno, tema yang diangkat tetap relevan, seperti kesetiaan, keberanian, kepemimpinan, pengorbanan, dan perjuangan menghadapi cobaan hidup.

Christopher Nolan Hadirkan Pendekatan Berbeda
Christopher Nolan dikenal melalui film-film seperti Inception, Interstellar, Dunkirk, dan Oppenheimer. Dalam The Odyssey, ia tetap mempertahankan ciri khasnya dengan menyajikan alur yang emosional sekaligus kompleks.
Berbeda dari adaptasi sebelumnya, Nolan memilih lebih menonjolkan sisi kemanusiaan Odysseus dibanding sekadar menghadirkan tontonan fantasi.
Unsur dewa-dewi Yunani tetap muncul, tetapi porsinya dibuat lebih subtil sehingga fokus cerita berada pada konflik batin dan perjalanan karakter utama.
Selain itu, film ini menggunakan pendekatan praktikal dalam proses produksinya. Banyak adegan dibuat menggunakan set fisik, kapal berukuran nyata, serta efek praktis, sehingga penggunaan efek digital diminimalkan.
Film ini menghadirkan jajaran pemain yang dipenuhi nama besar Hollywood. Matt Damon dipercaya memerankan Odysseus, sementara Anne Hathaway berperan sebagai Penelope.
Film ini juga dibintangi Tom Holland, Zendaya, Robert Pattinson, Charlize Theron, Lupita Nyong’o, Samantha Morton, hingga Jon Bernthal.
Musiknya digarap oleh Ludwig Göransson, komposer peraih Oscar yang sebelumnya juga bekerja sama dengan Nolan dalam Oppenheimer.
Kehadiran para pemeran tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini mendapatkan perhatian besar sejak proses produksinya diumumkan.
Produksi Berskala Besar
The Odyssey disebut sebagai salah satu proyek paling ambisius dalam karier Christopher Nolan. Menurut laporan Associated Press, film berdurasi sekitar 172 menit ini diproduksi dengan anggaran sekitar 250 juta dolar AS dan menjalani proses syuting di enam negara, termasuk Yunani, Italia, Maroko, serta Islandia.
Produksinya juga melibatkan ribuan kostum, ribuan figuran untuk adegan Perang Troya, hingga pembangunan kapal dan properti berukuran raksasa demi menghadirkan nuansa epik yang autentik.
Nolan juga mencatatkan sejarah dengan menjadikan The Odyssey sebagai film panjang pertamanya yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX 70 mm.
Sejak trailer perdananya dirilis, The Odyssey langsung menjadi perbincangan di kalangan pecinta film. Tiket pemutaran IMAX di sejumlah negara bahkan terjual cepat jauh sebelum hari penayangan.
Menjelang perilisan, berbagai ulasan awal dari kritikus juga memberikan respons positif. Banyak yang memuji visual sinematik, kualitas akting para pemeran, hingga keberhasilan Nolan mengadaptasi karya sastra klasik menjadi tontonan modern yang tetap menghormati sumber aslinya.
Meski demikian, film ini juga sempat memunculkan diskusi mengenai sejumlah pilihan artistik, seperti desain kostum, penggunaan bahasa modern dalam dialog, dan interpretasi terhadap karakter-karakter mitologi.
Nolan menegaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari visi kreatifnya dalam membawa kisah klasik kepada penonton masa kini.

Mengapa Kisah The Odyssey Tetap Relevan?
Popularitas film ini turut membuat banyak orang kembali mencari jawaban atas pertanyaan The Odyssey menceritakan tentang apa.
Intinya, tidak hanya berkaitan dengan perjalanan seorang raja Yunani menuju kampung halamannya, tetapi juga mengenai perjuangan manusia menghadapi tantangan, kehilangan, godaan, dan harapan untuk kembali kepada orang-orang yang dicintai.
Melalui sentuhan khas Christopher Nolan, kisah klasik karya Homer hadir dalam kemasan sinematik berskala besar tanpa kehilangan nilai-nilai universal yang membuatnya terus dikenang selama ribuan tahun.
Kombinasi cerita legendaris, teknologi IMAX, serta jajaran aktor ternama menjadikan The Odyssey sebagai salah satu film epik yang paling menyita perhatian dunia perfilman pada 2026.




