Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Analis: Arab Saudi Ingin Gencatan Senjata di Yaman Karena Kalah
    News

    Analis: Arab Saudi Ingin Gencatan Senjata di Yaman Karena Kalah

    October 6, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Analis: Arab Saudi Ingin Gencatan Senjata di Yaman Karena Kalah

    Foto ini diambil pada 8 Februari 2018 menunjukkan tentara Saudi terlihat di Yaman. (Foto: Presstv)

    Riyadh, Jurnas.com – Arab Saudi mengatakan, pihaknya memandang gencatan senjata yang diumumkan Houthi Yaman secara positif. Ia mengklaim proposal itu adalah sesuatu yang selalu diharapkan dari pihak kerajaan.

    “Gencatan senjata yang diumumkan di Yaman dirasakan secara positif oleh Kerajaan, karena inilah yang selalu dicarinya, dan berharap itu akan diterapkan secara efektif,” tulis Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman di akun Twitternya.

    Bulan lalu, gerakan Houthi menawarkan untuk menghentikan serangan balasannya terhadap Arab Saudi, dengan satu syarat Negeri Petro Dolar mengakhiri kampanye pembomannya terhadap Yaman.

    Tawaran dan sambutan kerajaan terbilang terlambat menyusul operasi darat besar baru-baru ini Yaman dan serangan pesawat tak berawak ke jantung industri minyak Arab Saudi.

    Voice of America (VOA) yang didanai pemerintah AS mengatakan, Arab Saudi terkejut dengan serangan dahsyat terhadap fasilitas minyak Aramco bulan lalu.

    Baca juga.. :

    • Arab Saudi Rampok 18 Juta Barel Ekspor Minyak Yaman
    • Tokoh Mesir: Sebaiknya Salman Akui Saja Dalangi Pembunuhan Jurnalis Khashoggi
    • Iran Gagalkan Rencana Israel-Arab Bunuh Jenderal Soleimani

    Dalam sebuah analisis, VOA mengatakan kerajaan menyadari bahwa mereka menghadapi kekalahan di Yaman dan akibatnya berusaha untuk mengakhiri perang.

    “Setelah empat tahun berhadapan dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Houthi dan sekutu Yaman mereka berhasil menahan kekuatan militer tetangga tetangga Teluk Persia yang kaya di Yaman,” kata VOA.

    Meluncurkan perangnya di Yaman pada bulan Maret 2015, Riyadh berusaha mengembalikkan rezim pro-Saudi berkuasa dan menghancurkan gerakan populer Ansarallah.

    Artikel tersebut dijelaskan, bagaimanapun, Ansarallah, yang terbukti menjadi salah satu kelompok pertempuran paling efektif di wilayah itu sudah memaksa Riyadh untuk menyadari kegagalan kampanye militernya.

    “Dari sudut pandang Saudi, ada pengakuan bahwa setelah empat setengah tahun, mereka tidak dapat mengebom Houthi untuk tunduk, dan bahwa mungkin harus ada semacam akomodasi,” kata analis Teluk Persia, Neil Partrick berbicara kepada VOA.

    Akibatnya, perkembangan terakhir tidak hanya memudar peluang kemenangan di mata Riyadh, tetapi, menurut pengamat, kerajaan semakin melihat perang di Yaman sebagai ancaman “lebih besar dari sebelumnya,” kata VOA.

    “Serangan 14 September Aramco membuat  Arab Saudi terkejut,” kata Partrick yang hadir di fasilitas minyak Aramco tak lama setelah operasi tersebut.

    Ia mengatakan, media Saudi memohon tindakan kuat dari Barat, bahkan intervensi militer, tetapi sekutu Barat Riyadh menahan diri dari tindakan langsung apa pun. Alih-alih membujuk Arab Saudi untuk negosiasi dengan para pemimpin Houthi.

     

    Seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya, dikutip Reuters, mengatakan perang akan berakhir secara efektif jika Riyadh setuju untuk menghentikan serangan udara karena Arab Saudi tidak memiliki kemampuan darat yang luas.

    Kantor berita itu mengutip apa yang disebut sumber tanpa nama yang mengatakan bahwa serangan udara Saudi di Yaman sudah menurun secara signifikan baru-baru ini.

    Sumber senior yang berafiliasi dengan militer Houthi mengatakan kepada Reuters, Riyadh juga membuka komunikasi dengan kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, melalui pihak ketiga. Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai.

    Gerakan Houthi telah memperingatkan bahwa mereka akan melanjutkan serangan “yang lebih melumpuhkan” terhadap Arab Saudi jika Riyadh gagal menanggapi tawaran perdamaiannya.

    TAGS : Arab Saudi Perang Yaman Gencatan Senjata

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/60428/Analis-Arab-Saudi-Ingin-Gencatan-Senjata-di-Yaman-Karena-Kalah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePerundingan AS-Korut di Stockholm Bubar tanpa Hasil
    Next Article Harakatuna dan Satu Nusa Sebut Pancasila Mengalami Ujian Bertubi-tubi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.