Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»70 Persen Petani Indonesia Masih Tamatan SD
    News

    70 Persen Petani Indonesia Masih Tamatan SD

    October 21, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    70 Persen Petani Indonesia Masih Tamatan SD

    Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos.co.id dengan tema

    Jakarta, Jurnas.com – Penguatan ketahanan pangan nasional salah satunya sangat bergantung pada kualitas para petani. Pasalnya dengan banyaknya petani berkualitas akan berjalan beriringan dengan peningkatan produksi pangan tanah air.

    Hal itu disampaikan guru besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor, Herman Siregar saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos.co.id dengan tema “Tantangan dan Peluang Pangan Dalam Negeri”, Senin (21/10) di Swisbel Hotel, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    “Jantung dari kemandirian pangan terletak pada kualitas dan produktivitas pertanian jadi pemerintah harus berpihak dan mendukung petani secara penuh,” ujar Herman.

    Menurut Herman, salah satu tantangan dalam penguatan ketahanan pangan ialah sekitar 70 persen petani di Indonesia masih hanya tamatan SD dan didominasi kalangan usia tua. Ini membuktikan bahwa menjadi petani bukan menjadi trend bagi anak-anak muda masa kini.

    “Petani Indonesia sekitar 70 persen tamat SD atau lebih rendah, dan cenderung memasuki masalah umur,” katanya.

    Baca juga.. :

    • Erdogan Buktikan Negara Barat Dukung Teroris di Timur Tengah
    • Mengenal Paco Gento, Legenda Real Madrid Pemenang Enam Piala Eropa
    • Iran Bersedia Berkunjung ke Arab Saudi

    Selain itu, lanjut Herman, para petani tersebut cenderung tidak memiliki keahlian lain dalam mengembangkan hasil pertanian. Salah satunya karena kurangnya pendidikan.

    “Umumya mereka tidak memiliki keterampilan lainnya yang memadai, seperti pengolahan hasil pertanian,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, anak para petani juga jarang dapat mengenyam pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya.

    “Anak petani jarang yang dapat mengenyam pendidikan tinggi hingga bisa bekerja di sektor formal dan mengangkat taraf ekonomi keluarga petani tersebut,” tambahnya.

    Untuk itu, menurut Herman, perlu upaya pemerintah untuk lebih fokus terhadap kesejahteraan para petani bukan terfokus pada peningkatan produktivitas dengan bantuan alat-alat canggih namun lupa memperhatikan pelakunya.

    “Petani yang merupakan ujung tombak dalam penyediaan pangan secara lokal, harus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah,” tuturnya.

    Sementara itu, Pengamat Pertanian Khudori mengatakan, kebijakan stabilisasi harga pangan harus ada sehingga tidak mempengaruhi produktifitas para petani. Selain itu, Pemerintah harus cerdas, komoditas mana yang menjadi prioritas, sehingga mengarah kepada kesejahteraan para petani.

    “Perlu dilakukan juga peningkatan produksi. Memanfaatkan inovasi dan teknologi. Meningkatkan produksi, harus perhatikannya juga pelaku. NTP (Nilai Tukar Petani) bergerak disitu-situ aja. Petani harus sejahtera,” jelasnya.

    Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996, ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu: 1) Kecukupan ketersediaan pangan; 2) Stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun; 3) Aksesibilitas dan keterjangkauan terhadap pangan; 4) kualitas keamanan pangan.

    TAGS : Ketahanan Pangan Petani Indonesia

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/61270/70-Persen-Petani-Indonesia-Masih-Tamatan-SD/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleForum Pejuang NKRI Puji Pembangunan Era Jokowi
    Next Article Prabowo Jadi Menhan? PDIP: Kita Hormati Prerogatif Presiden
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.