Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jakob Oetama Berpulang | BALIPOST.com
    News

    Jakob Oetama Berpulang | BALIPOST.com

    September 9, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jakob Oetama Berpulang | BALIPOST.com 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakob Oetama Berpulang | BALIPOST.com 2
    Jakob Oetama. (BP/Istimewa)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Berita duka datang dari dunia jurnalistik nasional. Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu (9/9). Bagi dunia jurnalistik di Indonesia, nama Jakob Oetama tidak asing lagi karena merupakan pendiri Kompas Gramedia.

    Jakob berpulang sekitar pukul 13.05 WIB di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Jakob meninggal pada usia 88 tahun.

    Usia yang tergolong panjang menilik penuturan para karyawannya bahwa pendiri Kompas itu pribadi yang aktif dan bersahabat. Dikutip dari Kantor Berita Antara, semasa hidup, tangan dingin pria kelahiran Desa Jowahan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931 tersebut, membawa Kompas merajai industri media massa nasional.

    Sementara itu, Gramedia sebagai unit usaha yang bergerak dalam bidang percetakan juga tidak lepas dari kegigihannya menggerakkan literasi di Indonesia. Perlahan namun pasti, Kompas dan Gramedia laksana menggurita dan hampir ada di setiap sudut kota di Indonesia serta berjasa memberi informasi melalui visi literasinya.

    Putra dari seorang pensiunan guru itu banyak menghabiskan masa mudanya di Yogyakarta. Orangtuanya mengharapkan dia menjadi imam Katolik sehingga disekolahkan di SMA Seminari Yogyakarta.

    Arah angin dapat berbalik kapan saja, begitu juga nasib dari Jakob yang diplot orang tuanya menjadi imam tetapi kehidupannya justru banyak bersentuhan dengan dunia jurnalistik. Meski sempat beberapa kali menjadi guru, tetap saja dunia kewartawanan tidak pernah bisa dipisahkan dari takdirnya.

    Jakob pernah mengajar di SMP Mardiyuwana Cipanas, Jawa Barat dan SMP Van Lith Jakarta. Sebelum mengambil pendidikan Ilmu Sejarah di Sekolah Guru, Jakarta, Jakob sempat bekerja sebagai redaktur Mingguan Penabur Jakarta pada 1955,

    Dari situ, dia bersentuhan dengan praktik jurnalistik secara langsung sehingga melanjutkan studinya di bidang jurnalisme di Perguruan Publisistik Jakarta dan Jurusan Publisistik Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

    Pada 1963, Jakob bersama P.K. Ojong terinspirasi Majalah Reader’s Digest asal Amerika sampai mendirikan Majalah Intisari yang terbit bulanan. Dengan konten ilmu pengetahuan dan teknologi, media tersebut terus bertahan.

    Dua tahun berikutnya, Jakob dan Ojong melebarkan kiprahnya dengan mendirikan Harian Kompas. Meski di tengah jalan sekira 1980-an Ojong harus tutup usia terlebih dahulu, Jakob membuktikan tetap bisa meneruskan usaha media massanya.

    Seiring dengan perkembangan, Kompas terus tumbuh dan diminati masyarakat dan pengiklan sehingga meroketkan pendapatan media massa utama nasional tersebut. Semasa hidup, sang penerima Bintang Mahaputera pada 1973 itu, mengatakan terdapat banyak wartawan nasional yang berkualitas, memiliki jiwa humaniora dan berprinsip jurnalisttik secara teguh, seperti Adinegoro, Padad Harahap, Kamis Pari, Mochtar Lubis, dan Rosihan Anwar.

    Jakob mengatakan nama-nama tersebut berikut karakternya membuatnya terinspirasi hingga mampu menjadikan dirinya sukses sebagaimana dikenal masyarakat Indonesia.

    Terbukti, Jakob membawa Kompas Gramedia berkembang pesat hingga kini, mempunyai ratusan toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, “event organizer”, stasiun televisi, hingga perguruan tinggi. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJelang Penyuntikan Tahap 2 Vaksin Covid-19, Kang Emil Kurangi Kesibuka
    Next Article 1,6 Juta Norek Ditake-down dari Subsidi Upah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.