Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sertifikasi TKDN Produk Farmasi Dibiayai APBN
    Ekonomi

    Sertifikasi TKDN Produk Farmasi Dibiayai APBN

    October 1, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sertifikasi TKDN Produk Farmasi Dibiayai APBN 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pelaku industri tanah air memiliki sertifikat sah untuk produk farmasi dan alat-alat kesehatan. Saat ini ada sekitar 10 ribu produk farmasi yang membutuhkan sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, biaya sertifikasi TKDN produk farmasi akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sertifikasi itu penting untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen farmasi unggulan.

    “Nanti (sertifikasi, Red) bukan hanya soal farmasi. Tetapi juga untuk membangkitkan kemandirian nasional secara keseluruhan,” ujarnya Rabu (30/9).

    Menurut Agus, pasar dalam negeri sangat potensial bagi berbagai produk farmasi dengan kandungan lokal tinggi. Sebab, pasar lokal bisa menjadi preferensi dalam pengadaan melalui program jaminan kesehatan nasional (JKN).

    Dalam Permenperin 16/2020 disebutkan, tata cara penghitungan nilai TKDN produk farmasi tidak lagi memakai metode cost based, melainkan metode processed based.

    “Pertimbangannya, metode ini lebih sesuai diterapkan di industri farmasi,” tegas Agus.

    Sebab, sifat industri farmasi spesifik. Formulasinya juga sangat banyak dan beragam. Selain itu, farmasi selalu mengacu pada hasil riset dan pengembangan yang panjang. Juga, menelan biaya besar.

    Dengan processed based, berarti ada penghargaan atas upaya riset dan pengembangan oleh pelaku industri farmasi. Metode itu dapat mempertahankan kerahasiaan formulasi yang dimiliki perusahaan tanpa meninggalkan kaidah dan tujuan yang ingin dicapai dari pemberlakuan TKDN produk farmasi ini.

    INDUSTRI FARMASI DI INDONESIA

    Tahun | Nilai Investasi (dalam triliun Rp)

    2017 | 53,7

    2018 | 53,9

    2019 | 60,9

    Sumber: E-Licensing Kemenkes

     


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBRI Kembangkan Program Jaga Sungai Jaga Kehidupan
    Next Article Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 4.000 Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.