Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pascalibur Panjang, RS Darurat dan Swasta Siap Hadapi Lonjakan Pasien COVID-19
    News

    Pascalibur Panjang, RS Darurat dan Swasta Siap Hadapi Lonjakan Pasien COVID-19

    November 3, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pascalibur Panjang, RS Darurat dan Swasta Siap Hadapi Lonjakan Pasien COVID-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pascalibur Panjang, RS Darurat dan Swasta Siap Hadapi Lonjakan Pasien COVID-19 2
    Tangkapan layar Talkshow Update RS Darurat COVID-19 : Trend Pasca Libur Panjang. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Dari dua kali libur panjang, yakni libur Idul Adha dan peringatan 17 Agustus, lonjakan kasus COVID-19 terjadi. Belajar dari pengalaman dua libur panjang ini, pemerintah maupun RS bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan kasus pascalibur Maulid Nabi yang berakhir Minggu (1/11) itu.

    Menurut Koordinator RS Darurat COVID-19, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H., RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran saat ini okupansinya terus mengalami tren penurunan. Kondisi ini dikarenakan lebih banyak pasien yang sembuh dibandingkan kasus baru.

    Tren ini terjadi sudah sekitar sebulan. Ia menyebutkan Tower 6 dan 7 yang khusus menangani pasien dengan gejala ringan dan sedang, saat ini lebih banyak dihuni pasien dengan gejalan ringan. Bed Occupancy Rate (BOR) kini mencapai 36,3 persen (1.045 orang). Di dua Tower ini masih ada lebih dari seribu bed yang belum terisi.

    Sementara itu, untuk Tower 4 dan 5 yang menangani orang tanpa gejala atau isolasi mandiri, BOR nya mencapai 23,4 persenan (729 orang). Masih ada lebih dari 2.000 bed yang belum terisi.

    Ia mengatakan sejauh ini, belum ada tren peningkatan jumlah pasien diakibatkan libur panjang yang berlangsung mulai 28 Oktober hingga 1 November itu. Namun, jika melihat keterisian tempat tidur, ia mengaku RS Darurat COVID-19 siap menampung pasien jika terjadi lonjakan kasus.

    “Jika melihat di WIsma Atlet, belum ada perubahan dampak libur panjang. Mudah-mudahan tidak memberikan dampak pada hunian rumah sakit,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Update RS Darurat COVID-19 : Trend Pasca Libur Panjang yang disiarkan akun YouTube BNPB Indonesia dipantau dari Denpasar, Selasa (3/11).

    Ia mengakui tren yang mungkin bisa terjadi, akan ada peningkatan kasus usai libur panjang dilihat dari pengalaman libur panjang Idul Adha dan 17 Agustusan. “Kita sudah membicarakan untuk antisipasi bagaimana jika terjadi peningkatan. Ketersediaan hunian di Wisma Atlet sudah siap diantisipasi,” tegasnya.

    Namun, ia berharap pengalaman dua libur panjang tidak terulang pada libur panjang kali ini. Terlebih, dari penilaiannya, kesadaran masyarakat mengikuti protokol kesehatan (prokes) sudah terbangun.

    Masyarakat adalah garda terdepan untuk memutus rantai penyebaran sehingga tidak ada yang terpapar. “Pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk selalu melakukan prokes mudah-mudahan terus meningkat,” ujarnya.

    Tren penurunan jumlah pasien COVID-19 juga dialami RS swasta. Sekretaris Jenderal ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia), drg. Iing Ichsan Hanafi, M.A.R.S. menyebutkan hal ini diduga karena pemberlakuan PSBB di semua wilayah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga diri. “Obat-obatan di RS swasta juga sudah tersedia dan tenaga medis juga sudah siap lagi,” sebutnya.

    Menghadapi pascaliburan, ia mengatakan tetap melakukan antisipasi. Meskipun dalam dua hari ini belum terlihat ada kecenderungan meningkat.

    Ia mengatakan RS swasta sudah mempersiapkan ruangan dan fasilitas penunjang. “Ini merupakan kesempatan memperbaiki sehingga ketika terjadi lonjakan akan siap,” jelasnya.

    Dikatakannya, keterisian RS swasta untuk pasien COVID-19, relatif sedikit karena tren kasus mengalami penurunan. “Tidak ada masalah untuk ketersediaan bed jika pasien COVID-19 masuk ke RS swasta,” tegasnya.

    Di beberapa daerah pun, lanjutnya, ketersediaan bed di RS swasta masih mencukupi. Ia sepakat dengan adanya penilaian masyarakat saat ini sudah makin meningkat kesadaran prokesnya. Namun, yang perlu ditekankan adalah menghilangkan stigma bahwa terkena COVID-19 merupakan suatu yang nista. “Jangan berpikir kena COVID-19 ini suatu yang nista,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleChina perkirakan penjualan mobil ramah lingkungan tumbuh pada 2025
    Next Article Jawaban Pedas Sri Mulyani Tanggapi Nyinyiran Peningkatan Utang Negara
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.