Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Di 2021, Australia Kemungkinan Tak Akan Buka Perbatasan Internasionalnya
    International

    Di 2021, Australia Kemungkinan Tak Akan Buka Perbatasan Internasionalnya

    January 18, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Di 2021, Australia Kemungkinan Tak Akan Buka Perbatasan Internasionalnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Di 2021, Australia Kemungkinan Tak Akan Buka Perbatasan Internasionalnya 2
    Antrean panjang mobil menunggu tes COVID-19 terlihat di sebuah parkiran pusat perbelanjaan di Melbourne pada 23 Juni 2020. (BP/AFP)

    SYDNEY, BALIPOST.com – Perbatasan internasional Australia kemungkinan besar tidak akan dibuka untuk pelaku perjalanan pada tahun ini meskipun negara itu sudah melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Demikian dikemukakan seorang pejabat kesehatan pada Senin (18/1) dikutip dari AFP.

    Sekretaris Departemen Kesehatan Australia, Brendan Murphy, yang juga merupakan seorang penasihat kunci dalam penanganan virus di Australia mengatakan bebas bergeraknya pelaku perjalanan dari dan ke Australia tidak akan dilaksanakan pada 2021. “Saya pikir, di tahun ini kami akan terus melakukan pembatasan perbatasan yang ketat,” katanya saat diwawancarai ABC.

    Walaupun masyarakat sudah divaksinasi, ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah hal itu dapat mencegah penularan virus ini. “Dan sepertinya karantina akan terus berlaku untuk beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

    Perbatasan Australia secara mayoritas ditutup untuk pelaku perjalanan luar negeri sejak Maret 2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hanya sejumlah warga dan keluarganya saja yang diizinkan kembali setiap minggunya sejak pemberlakukan kebijakan itu.

    Puluhan ribu orang Australia masih ada di luar negeri karena kebijakan ini. Sementara pelaku perjalanan yang kembali ke negara itu harus membayar 3.000 dolar Australia (2.300 dollar AS) untuk menjalani karantina di sebuah hotel selama 14 hari.

    Negara ini telah mengamankan sejumlah vaksin dari Pfizer dan Oxford/AstraZeneca. Pelaksanaan program vaksinasi akan dilakukan di akhir Februari namun masih menunggu izin edar dari pihak berwenang. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenteri PUPR Minta Jembatan Bailey di Kalsel Selesai dalam 3 Hari
    Next Article Penggugat Raffi Ahmad Sebut Dirinya Sudah Berkiprah di Internasional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.