Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Thailand Keluarkan Larangan Berkumpul, Sanksinya Maksimal 2 Tahun Penjara
    International

    Thailand Keluarkan Larangan Berkumpul, Sanksinya Maksimal 2 Tahun Penjara

    July 17, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Thailand Keluarkan Larangan Berkumpul, Sanksinya Maksimal 2 Tahun Penjara 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Thailand Keluarkan Larangan Berkumpul, Sanksinya Maksimal 2 Tahun Penjara 2
    Seorang perempuan memakai masker pelindung membuat pagoda pasir saat liburan Songkran memperingati Tahun Baru Thailand saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19). Thailand menghadapi gelombang baru infeksi setelah menangani wabah sebelumnya, di Bangkok, Thailand, Selasa (13/4/2021). (BP/Antara)

    BANGKOK, BALIPOST.com – Thailand makin memperketat penguncian COVID-19 setelah adanya kenaikan kasus baru. Negara itu melarang penduduknya melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang di seluruh wilayah.

    Bahkan, Thailand mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat. Negara itu sudah menerapkan penguncian sebagian di Bangkok dan sembilan provinsi lain pekan ini.

    Gugus tugas COVID-19 Thailand melaporkan 10.082 kasus baru dengan 141 kematian. Sehingga totalnya menjadi 391.989 kasus dan 3.240 kematian sejak awal pandemi.

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, larangan berkumpul telah diberlakukan dengan sanksi maksimal dua tahun penjara atau denda 40.000 bath (sekitar Rp 17,7 juta) atau dua-duanya, menurut pengumuman Royal Gazette yang disiarkan Jumat (16/7).

    Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan pembatasan lebih ketat untuk menghadapi wabah COVID-19 terburuk yang dipicu varian Alfa dan Delta sejak awal April itu. “Ada kebutuhan untuk memperluas aturan yang membatasi pergerakan orang sebanyak mungkin dan menutup lebih banyak fasilitas di luar sektor esensial,” kata Prayuth lewat halaman resminya di Facebook.

    Wilayah yang dianggap berisiko tinggi di Thailand telah menerapkan pembatasan paling ketat dalam setahun terakhir sejak Senin. Yaitu pembatasan pergerakan dan pengumpulan massa, penutupan mal dan tempat bisnis, dan pemberlakuan jam malam pukul 21.00-04.00. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePPKM Darurat Ciptakan Tren Peningkatan Transaksi Digital
    Next Article Faisal Basri Kritik Kebijakan Membuka Pintu untuk Tenaga Kerja Asing
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.