Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mengerikan! 730 Balita Rohingya Tewas di Myanmar
    News

    Mengerikan! 730 Balita Rohingya Tewas di Myanmar

    December 16, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengerikan! 730 Balita Rohingya Tewas di Myanmar 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mengerikan! 730 Balita Rohingya Tewas di Myanmar

    Pengunsi Rohingya meninggalkan kampung halamannya ke Bangladesh (Foto: Al jazeera)

    Ankara –  Organisasi kemanusiaan global mengatakan sedikitnya 9.000 Rohingya dibunuh di Rakhine, Myanmar, Sejak 25 Agustus hingga 24 September.

    Menurut laporan tersebut, 71,7 persen atau 6.700 jiwa tewas karena aksi kekerasan. Sekitara 730 di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun.

    Disebutkan pula lebih dari 647.000 Rohingya mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus. Mereka melarikan diri dari operasi militer yang menewaskan pria, wanita, dan anak-anak, menjarah rumah, dan membakar desa-desa mereka.

    “Kami telah menemui dan berbicara dengan para penyintas yang saat ini mengungsi di kamp-kamp yang penuh sesak dan kotor di Bangladesh. Apa yang kami temukan di sana sangat mengejutkan,” jelas Dokter Lintas Batas (MSF) yang melakkukan survei di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. 

    Direktur MSF Dr. Sidney Wong mengatakan, jumlah angka kematian terbesar ditemukan bersamaan dengan “operasi pembersihan” oleh pasukan keamanan Myanmar.

    “Kasus penembakan menjadi penyebab kematian terbesar, yakni 69 persen, diikuti dengan pembakaran hidup-hidup sebanyak 9 persen, dan pemukulan sampai mati, yaitu 5 persen,” jelas Wong.

    “Lebih dari 59 persen balita tewas ditembak, 15 persen dibakar, 7 persen dipukuli, dan 2 persen tewas karena ledakan ranjau,” tambahnya

    Menurut Wong, proses penandatangan kesepakatan pemulangan pengungsi antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh masih prematur. Ia menegaskan bahwa orang-orang Rohingya seharusnya tidak dipaksa untuk pulang dan keamanan dan hak-hak mereka harus dijamin.

    PBB menyebut Rohingya sebagai kaum paling teraniaya di dunia, yang telah menderita sejumlah kekerasan sejak meletusnya kekerasan komunal pada 2012. (Anadolu Agency)

    TAGS : Myanmar Bangladesh Rohignya PBB

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26424/Mengerikan-730-Balita-Rohingya-Tewas-di-Myanmar/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePetani Indramayu Dorong Cak Imin Berlaga pada Pilpres 2019
    Next Article BMKG Sebut Jawa Barat Langganan Gempa Bumi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.