Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Isu Pelita Air Gantikan Garuda, Ini Kata Dirut Garuda
    Ekonomi

    Isu Pelita Air Gantikan Garuda, Ini Kata Dirut Garuda

    October 17, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Isu Pelita Air Gantikan Garuda, Ini Kata Dirut Garuda 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa mereka membuka opsi kepailitan maskapai penerbangan nasional, yakni PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA). Langkah tersebut diambil karena maskapai plat merah ini mengalami kerugian sampai USD 2,44 miliar.

    Terkait hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dalam jajaran manajemen maskapai, sama sekali belum mengetahui adanya pembicaraan mengenai hal tersebut.

    “Nggak ada ah (pembahasan terkait Kementerian BUMN membuka opsi kepailitan Garuda),” kata dia kepada JawaPos.com, Minggu (17/10).

    Ia mengaku bahwa hanya ada pembahasan mengenai negosiasi restrukturisasi utang perseroan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Namun, untuk membuka opsi pailit adalah hal yang baru.

    Apabila benar dinyatakan pailit, Kementerian BUMN juga mengungkapkan bahwa sudah ada perusahaan penerbangan yang siap mengambil alih peran garuda sebagai partner maskapai internasional. Maskapai tersebut adalah Pelita Air yang seluruh sahamnya dimiliki PT Pertamina (Persero).

    Terkait adanya maskapai pengganti, Irfan tidak banyak bicara dan menyerahkannya kepada pengambil keputusan.

    “Itu urusan pemegang saham (Pertamina),” jelas dia.

    Sebagai informasi, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan bahwa pihaknya membuka opsi mempailitkan Garuda apabila restrukturisasi utang dengan kreditur tidak berhasil. Adapun, masalah utama Garuda adalah biaya leasing yang melebihi kewajaran dan jenis pesawat yang digunakan terlalu banyak.

    “Kalau mentok ya kita tutup, tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara karena nilai utangnya terlalu besar,” kata Tiko ketika berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGubernur Koster Dorong Garam Tradisional Bali Dikonsumsi Lebih Masif
    Next Article KemenPAN RB Tuntut Para Calon ASN 2021 BerAKHLAK
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.