Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KPK Perlu BAP Puan Maharani di Kasus e-KTP
    News

    KPK Perlu BAP Puan Maharani di Kasus e-KTP

    February 7, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    KPK Perlu BAP Puan Maharani di Kasus e-KTP

    Puan Maharani

    Jakarta – Keterangan Puan Maharani terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP harus dituangkan terlebih dahulu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelum akhirnya diperiksa dalam persidangan di pengadilan.

    Sebab, putri Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri itu harus terlebih dahulu dimintai keterangannya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Ya, di BAP (di KPK) dulu, sebelum diperiksa di pengadilan,” ungkap Pakar Hukum Pidana, Chaerul Huda kepada awak media, Rabu (7/2).

    KPK dinilai perlu mengklarifikasi Puan Maharani terkait kasus dugaan rasuah yang diduga merugikan negara sekitar Rp 5,9 triliun itu. Pasalnya, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu saat proyek e-KTP bergulir ‎sebagai ketua fraksi PDIP.

    Sebagai ketua fraksi PDIP saat itu, Puan disinyalir mengetahui kebijakan yang diambil oleh anggota fraksi di Parlemen terkait proyek tersebut. Apalagi, ‎sejumlah anggota DPR dari PDIP yang juga rekan separtai Puan disebut ikut menikmati aliran dana bancakan proyek itu.

    Misalnya, ‎Ganjar Pranowo yang disebut menerima uang sebesar US$520 ribu, Olly sebesar US$1,2 juta, dan Yasonna Laoly sebesar US$84 ribu. Mereka yang disebut itu sebelumnya telah berulang kali menepisnya.

    Tak hanya itu, dalam dakwaan Irman dan Sugiharto disebutkan bahwa pengadaan proyek e-KTP dikuasai oleh 3 partai. PDIP sendiri disebut-sebut sebagai salah satu partai yang turut diperkaya dari korupsi e-KTP.

    Dalam dakwaan Irman Sugiharto, uang yang diduga mengalir untuk PDIP senilai Rp 80 miliar, Rp 150 miliar mengalir ke Golkar, dan Rp 150 miliar ke Demokrat. Adapun partai-partai lain turut diperkaya senilai Rp 80 miliar, dari proyek tersebut.‎

    Sejak awal pengusutan e-KTP, KPK diketahui tak pernah sekalipun meminta keterangan dari mantan Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani. Padahal mantan Ketua Fraksi lain, seperti Anas Urbaningrum, Jafar Hapsah dari Demokrat, serta Setya Novanto dari Partai Golkar telah berkali-kali diperiksa lembaga antirasuah itu dalam skandal proyek e-KTP.

    Mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap sebelumnya mengatakan bahwa apapun di komisi dikoordinasikan kepada Ketua Fraksi. Termasuk e-KTP.

    Sebab itu, kata Chaeruman, setiap perkembangan proyek e-KTP selalu ia dikabarkan ke Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Golkar. Begitu juga dengan Fraksi Demokrat, sebagaimana dibeberkan Nazarudidn.

    “Kami melaporkan perkembangannya (proyek e-KTP) ini bagaimana-bagaimana, sudah sejauh apa. Itu dilaporkan (ke Ketua Fraksi),” ucap Chaeruman ketika bersaksi untuk Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

    TAGS : Kasus e-KTP KPK Puan Maharani PDIP

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/28890/KPK-Perlu-BAP-Puan-Maharani-di-Kasus-e-KTP/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDemi Ambisi Politik, Kementerian PUPR Dinilai Ceroboh
    Next Article Baksos HPN: Ibu-ibu Hamil Antusias Ikut Pemeriksaan Kesehatan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.