Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Menteri Transportasi Jerman tolak larangan Uni Eropa soal mobil “ICE”
    Automotive

    Menteri Transportasi Jerman tolak larangan Uni Eropa soal mobil “ICE”

    June 12, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menteri Transportasi Jerman tolak larangan Uni Eropa soal mobil "ICE" 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Menteri Transportasi Jerman Volker Wissing menyuarakan penentangan keras terhadap rencana pelarangan penjualan mobil baru dengan mesin pembakaran internal (ICE/internal combustion engine) di seluruh Uni Eropa pada 2035.

    “Kami tidak setuju dengan keputusan itu,” kata Wissing kepada wartawan di Berlin, dikutip dari Associated Press, Minggu.

    Baca juga: Anggota parlemen Uni Eropa kembali larang mobil berbahan bakar fosil

    Wissing mengatakan alasannya adalah larangan tersebut akan “mendiskriminasi kendaraan berbahan bakar sintetis”.

    “Kami ingin membentuk transformasi dengan cara yang terbuka secara teknologi. Ini termasuk mendaftarkan mobil baru di luar tahun 2035 jika mereka ditenagai secara eksklusif dengan bahan bakar sintetis dengan cara yang netral terhadap iklim,” jelas dia.

    Anggota parlemen Uni Eropa pada hari Rabu (9/6/2022) memilih untuk mendukung langkah yang mengharuskan pembuat mobil untuk memotong emisi karbon dioksida hingga 100 persen pada pertengahan dekade berikutnya, secara efektif melarang penjualan mobil baru yang didukung oleh bensin atau diesel di Uni Eropa.

    Baca juga: Penjualan mobil di Eropa catatkan rekor terendah di 2021

    Rencana tersebut, yang masih perlu disetujui oleh negara-negara anggota Uni Eropa, akan secara signifikan meningkatkan kendaraan listrik karena anggota parlemen menolak untuk mengecualikan mobil bertenaga bahan bakar sintetis dari larangan tersebut.

    Hal tersebut dirasa akan merugikan pembuat mobil Jerman, yang telah berfokus pada kendaraan yang kuat dan mahal dengan mesin pembakaran, sementara tertinggal dari saingan asing dalam hal mobil listrik.

    Sintetis, atau bahan bakar elektronik, dimurnikan dari pabrik atau diproduksi menggunakan proses kimia dasar dan listrik. Jika listrik dihasilkan dengan sumber terbarukan, seperti angin atau matahari, maka bahan bakar tersebut dianggap ‘netral iklim’ karena membakarnya hanya melepaskan karbon ke atmosfer sebanyak yang telah dihilangkan sebelumnya.

    Namun, para kritikus berpendapat bahwa pasokan bahan bakar elektronik yang terbatas harus disediakan untuk moda transportasi di mana elektrifikasi saat ini tidak memungkinkan, seperti pesawat terbang.

    Para ahli di Institute of Energy and Climate Research di Juelich, Jerman, telah menghitung bahwa mobil berukuran sedang yang menggunakan bahan bakar sintetis akan menggunakan energi tujuh kali lebih banyak daripada kendaraan listrik yang sebanding.

    Wissing berada di bawah tekanan dari Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) yang mengkritik suara Parlemen Uni Eropa sebagai “keputusan menentang inovasi dan teknologi.” Tidak jelas apakah posisinya dimiliki oleh pemerintah Jerman lainnya.

    Para pemerhati lingkungan mendukung pemungutan suara Uni Eropa sebagai cara untuk memetakan Eropa menuju masa depan yang lebih hijau.

    Mobil menyumbang sekitar 12 persen dari emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan di Uni Eropa. Blok tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi dari semua sumber menjadi nol bersih pada tahun 2050, dan para ahli mengatakan transportasi jalan adalah salah satu sektor yang perlu mencapai tujuan itu lebih awal.

    Baca juga: Toyota targetkan mobil baru di Eropa nol-emisi pada 2035

    Baca juga: Hyundai perluas “recall” Kona Electric di Amerika, Eropa, dan China

    Baca juga: Tesla hingga GS Yuasa, belasan pabrik berlomba produksi baterai EV di Eropa

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Ida Nurcahyani
    Copyright © ANTARA 2022

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAtta Halilintar, Vespa klasik dan makna komunitas
    Next Article Tesla dengan autopilot akan kena “recall” setelah adanya kecelakaan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.