Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Rawat kendaraan dengan volume pelumas yang pas
    Automotive

    Rawat kendaraan dengan volume pelumas yang pas

    October 16, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rawat kendaraan dengan volume pelumas yang pas 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Memiliki kendaraan kesayangan tentu kita tidak ingin merawatnya secara asal-asalan, salah satu hal yang paling mendasar adalah perawatan dengan rutin mengganti pelumas oli kendaraan kesayangan kita.

    Namun, ada yang perlu diperhatikan ketika hendak mengganti pelumas kendaraan agar tetap prima ketika dikendarai nantinya. Jika Anda memilih mengganti oli sendiri, pastikan dilakukan dengan cara yang benar.

    Termasuk perihal volumenya, tidak boleh lebih ataupun kurang. Karena ada dampak yang dirasakan oleh mesin jika takaran pelumas tidak pas. Apabila volumenya kebanyakan, performa mesin mobil bakal menurun. Tarikan, terutama pada putaran tinggi terasa berat. Padahal pedal gas sudah diinjak penuh.

    Baca juga: Ingin mesin lebih awet? Ketahui beda dan fungsi oli sintetis & mineral

    Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) rahma Putra Mahayana mengungkapkan bahwa pelumas yang berlebih akan menghasilkan fenomena yang dikenal sebagai “Churning”, dimana mesin harus bekerja lebih keras untuk menembus oli yang berlebih, efeknya seringkali muncul gelembung udara.

    “Dengan gelembung udara yang ada pada oli, maka kemampuan oli untuk melumasi komponen mesin jadi berkurang. Termasuk kinerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas ke jantung mekanis mobil,” ungkap Brahma Putra Mahayana dalam keterangan resminya, Minggu.

    Meski begitu, jika memang volume dari pelumas itu kurang atau tidak tepat dengan sesuai instruksi, akan menimbulkan kerusakan pada mesin lebih besar. Mesin jadi lebih cepat panas. Kemampuan oli melumasi material di mesin tidak maksimal dan menimbulkan keausan.

    “Jika kurang oli, maka lebih fatal karena suara mesin akan terdengar kasar akibat gesekan antar komponen. Suhu pelumas pun akan semakin panas dan menyebabkan oksidasi karena hasil pembakaran dalam mesin mengkontaminasi pelumas dan memicu oksidasi lebih cepat,” kata dia

    Jika ini dibiarkan menurut Brahma maka lama-kelamaan akan membentuk sludge (lumpur) dan dapat menyebabkan keausan pada metal. Parahnya lagi dapat menyebabkan engine jammed alias mogok.

    Jika memang dengan terpaksa harus mengganti oli secara mandiri, disarankan para pemilik harus melihat patokan volume pelumas melalui dipstick. Sebaiknya tidak melebihi huruf F (full) dan segera tambahkan pelumas apabila level pelumas sudah berada di antara huruf E (empty) dan F hingga mendekati huruf F.

    “Biasakan mengecek dipstick pelumas mesin setiap minggu secara berkala atau setelah melakukan perjalanan jauh. Demi menghindari kerusakan serta mesin menjadi lebih awet,” jelas dia

    Terlepas soal volume, Anda juga wajib membaca buku panduan pengguna agar tak salah saat membeli oli mesin yang sesuai spesifikasi kendaraan. Selain itu, pastikan pula memilih pelumas berkualitas seperti produk pelumas lansiran PT Pertamina Lubricants (PTPL).

    “Produk pelumas Pertamina dilengkapi dengan formulasi Nano Guard Technology. Yaitu teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit,” tutup Brahma.

    Baca juga: Federal Oil hadirkan pelumas baru untuk skutik 150cc ke atas

    Baca juga: Perhatikan hal ini agar tak salah pilih oli sepeda motor

    Baca juga: Nippon Paint hadirkan produk pelumas serbaguna untuk produk otomotif

    Pewarta: Chairul Rohman
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2022

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTesla tak akan mulai produksi baterai massal Jerman sebelum 2024
    Next Article Ekspor mobil China catat pertumbuhan kuat dalam 9 bulan pertama 2022
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.