Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»14 Bulan Berturut-turut PMI di Zona Ekspansif, Namun Trennya Melambat
    Ekonomi

    14 Bulan Berturut-turut PMI di Zona Ekspansif, Namun Trennya Melambat

    November 3, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    14 Bulan Berturut-turut PMI di Zona Ekspansif, Namun Trennya Melambat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Purchasing managers index (PMI) manufaktur RI bertahan di zona ekspansif. Bahkan konsisten selama 14 bulan berturut-turut. Pada Oktober 2022, PMI manufaktur tercatat pada level 51,8. Capaian itu melambat jika dibandingkan pada September yang berada di level 53,7.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menjelaskan, aktivitas manufaktur yang konsisten berada pada zona ekspansif menunjukkan tren menguatnya permintaan dalam negeri dan ekspor. Kondisi itu, lanjut dia, patut disyukuri. Sebab, penguatan terjadi di tengah risiko global yang masih eskalatif.

    Selain itu, output produksi masih berada dalam tren ekspansif. “Sejalan dengan indikator kapasitas produksi dari hasil survei Bank Indonesia yang naik mendekati level prapandemi pada kuartal III 2022,” kata Febrio Rabu (2/11).

    PMI manufaktur beberapa negara juga terjaga pada zona ekspansif di tengah gejolak global. Di antaranya, Thailand 51,6 (September: 55,7); Vietnam 50,6 (September: 52,5); Australia 52,7 (September: 53,5); dan Jepang 50,7 (September: 50,8).

    Sementara itu, daerah yang mengalami kontraksi. Di antaranya, Malaysia 48,7; Taiwan 41,5; dan Korea Selatan (Korsel) 48,2.

    Febrio menegaskan, pemerintah bersama otoritas terkait mengantisipasi berbagai risiko global yang akan memengaruhi neraca perdagangan dan perekonomian secara umum. Salah satunya, aktivitas perdagangan internasional negara maju yang melambat karena terpengaruh inflasi.

    Terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menyampaikan, PMI manufaktur RI masih menunjukkan geliat positif di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

    “Tantangan yang dihadapi sektor industri dalam negeri adalah pasar tujuan ekspor yang mengalami pelemahan ekonomi seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa,” ungkapnya.

    Penyerapan beberapa produk ekspor unggulan seperti tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, serta furnitur ikut terdampak. Selanjutnya, industri juga dibayangi harga input tinggi yang dapat menurunkan daya saing produknya.

    “Selain bahan baku yang semakin mahal, pasokannya juga belum lancar,” ujarnya.

    Untuk menjaga optimisme sektor industri, dia menekankan perlunya antisipasi terhadap kondisi ekonomi global yang sedang lesu. Salah satunya melalui kemitraan industri skala besar dengan industri kecil dan menengah (IKM).

    “Upaya ini dapat meningkatkan kemandirian rantai pasok di dalam negeri, mendukung program substitusi impor, dan menjaga industri masih bisa tumbuh sehat untuk berproduksi,” jelasnya.

    PMI MANUFAKTUR BEBERAPA NEGARA PER OKTOBER 2022

    Indonesia: 51,8

    Thailand: 51,6

    Vietnam: 50,6

    Australia: 52,7

    Jepang: 50,7

    Malaysia: 48,7

    Taiwan: 41,5

    Korsel: 48,2

    Catatan:

    Indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi. Indeks di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.

    Sumber: BKF Kemenkeu


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDaihatsu dukung pendidikan lewat fasilitas pelatihan otomotif di SMK
    Next Article Pimpinan Waroeng SS Cabut Kebijakan Pemotongan Gaji Karyawan Dapat BSU
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.