Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Entertainment»Park Diduga Beberapa Kali Melakukan Penipuan Bermodus Bikin Konser
    Entertainment

    Park Diduga Beberapa Kali Melakukan Penipuan Bermodus Bikin Konser

    December 11, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Park Diduga Beberapa Kali Melakukan Penipuan Bermodus Bikin Konser 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Jaihyun Park, pria asal Korea selaku promotor konser K-pop We All Are One yang kini mendekam di dalam tahanan Imigrasi, diduga melakukan penipuan kepada masyarakat bukan pertama kalinya. Sebelumnya, dia diduga sudah beberapa kali melakukan penipuan dengan modus menggelar konser di negaranya.

    “Berdasarkan informasi yang kami terima dan juga ada screenshot dari Twitter, dia sudah beberapa kali membuat konser di Korea. Tahun 2018 dan 2019, bikin konser dan batal tapi tidak ada pengembalian dana kepada para pembeli tiket,” kata Fritz Hutapea, kuasa hukum Rizky Triadi, Direktur PT Visi Musik Asia, kepada JawaPos.com, Minggu (11/12).

    Menurutnya, Park menggunakan nama Red Angel untuk melaksanakan konser musik di Korea yang ujungnya tidak ada kejelasan. Dari beberapa konser yang direncanakan untuk diselenggarakan, hanya satu kali konser terlaksana pada tahun lalu.

    “Itu pun konser dilaksanakan secara online atau virtual. Tapi dia menjual tiket kepada penggemar bisa menikmati konser secara offline dan tidak ada refund,” katanya.

    Park Diduga Beberapa Kali Melakukan Penipuan Bermodus Bikin Konser 2

    Sabtu (10/12) kemarin, Rizky Triadi selaku Direktur PT Visi Musik Asia melaporkan Jaihyun Park ke polisi. Laporan dibuat di Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan penggelapan dan penipuan. Laporannya terdaftar dengan nomor:STTLP/B/4632/XII/2022/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.

    Rizky melaporkan Park ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana sebesar Rp 2,8 miliar. Dilaporkan dengan Pasal 378 KUHP dan Atau Pasal 372 KUHP.

    Menurut Fritz Hutapea, laporan dibuat kliennya setelah ada rencana Park melakukan perdamaian dengan sejumlah vendor kecil konser We All Are One yang seharusnya digelar pada 11-12 November 2022, namun tak jadi dilaksanakan. Laporan polisi ini menjadi bukti belum adanya perdamaian antara kliennya dengan Park.

    “Yang kami dengar, Park akan melakukan perdamaian dengan vendor-vendor kecil pada hari Senin sebagai syarat dideportasi ke negaranya. Makanya kami buru-buru membuat lapora polisi,” jelasnya.

    Fritz Hutapea menaruh harapan besar kepada Plt Direktur Jenderal Imigrasi Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana SH M.Hum dan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Surya Mataram, untuk memperhatikan dan memberikan keberpihakan kepada korban.

    “Tolong perhatikan orang yang sudah membuat laporan polisi,” pinta putra pengacara Hotman Paris Hutapea itu.

    Park sendiri kini sedang menjalani tahanan di dalam tahanan Imigrasi setelah yang bersangkutan ditangkap pada Senin, (21/11) buntut dari batalnya gelaran konser We All Are One. Ditjen Imigrasi menangkapnya karena Park menyebabkan kerugian kepada masyarakat dan dia datang ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VOA) untuk bekerja.

    Penangkapan terhadap Park dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana.

    “Saya sudah perintahkan Direktur Wasdak (Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, red) agar tegas dan tetap berpegang pada aturan hukum dalam menangani kasus tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com Jumat (25/11).


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTanggalkan Citra Gadis Baik, Tatjana Saphira Dapat Peran Orang Ketiga
    Next Article Meneropong Cuan Pasar Bursa Saham pada 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Film Apex Netflix Thriller Survival Intens (YouTube/Netflix))

    Film Apex Netflix Thriller Survival Intens Charlize Theron vs Taron Egerton

    April 28, 2026
    Dyandra Global Tiket EXO Habis Sekejap, War Tambahan Bikin Heboh (Ilustrasi/AI)

    Dyandra Global Tiket EXO Habis Sekejap, War Tambahan Bikin Heboh

    April 15, 2026
    Romi The Jahat Meninggal (Instagram/@rtjofficial)

    Romi The Jahat Meninggal, Musik Punk Indonesia Kehilangan Figur Penting

    February 10, 2026
    Whip Pink Lula Lahfah: Kematian Selebgram Bikin Isu Gas Tertawa Viral (X/@satunusa185593)

    Whip Pink Lula Lahfah: Kematian Selebgram Bikin Isu Gas Tertawa Viral

    January 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.