Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Setnov Kecelakaan yang Dipanggil Malah Dokter Jantung
    News

    Setnov Kecelakaan yang Dipanggil Malah Dokter Jantung

    April 26, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Setnov Kecelakaan yang Dipanggil Malah Dokter Jantung

    Ketum Golkar Setya Novanto menjalani sidang perdana kasus korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Desember lalu. (Anadolu)

    Dokter Jantung ini Mersa Aneh Saat Diminta Periksa Jantung Novanto

    Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Mohammad Toyibi dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi pengadaan e-KTP, Kamis (26/4/2018). Toyib dihadirkan bersaksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi.

    Dalam keterangannya, Toyibi mengaku sempat merasa aneh saat diminta memeriksa kondisi Setya Novanto. Pasalnya, kata Toyib, Novanto yang saat itu klien Fredrich, ‎dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami kecelakaan.

    “Ya ini agak aneh, pasien kecelakaan tetapi memanggil saya,” ujar dokter Toyibi saat bersaksi.

    Diungkapkan Toyibi, saat dirinya diminta mengecek kondisi kesehatan Novanto oleh dokter Bimanesh, dirinya tidak langsung melakukan pemeriksaan lantaran tidak ada kondisi darurat saat itu. Menurut sepenglihatan Toyibi saat itu, Ekg atau elektro kardiogram menunjukan tidak terjadi kegawatan.

    “Karena tidak ada kegawatannya sama sekali. Saya lihat EKG (elektrokardiogram)-nya tidak ada kegawatan,” tutur dia.

    Toyibi pun menilai aneh lantaran dirinya yang merupakan seorang dokter spesialis jantung melakukan pemeriksaan terhadap pasien kecelakaan. ‎”Tidak lazim. Yang paling lazim dokter bedah, kalau patah tulang itu domainnya ahli bedah,” kata dia.

    Pun demikian, Toyibi dapat memahami bahwa permintaan agar dirinya memeriksa kondisi jantung lantaran Novanto memiliki riwayat gangguan jantung. Terlebih, jantung Novanto sudah pernah dipasang ring.

    “Tapi kecelakaan itu domainnya dokter bedah,” imbuh Toyibi.

    Toyibi akhirnya memeriksa kondisi Novanto.‎ Saat memeriksa langsung kondisi Setya Novanto, kata Toyibi, dirinya idak menemukan benjolan sebesar bakpao di kepala pasien. Novant, kata Toyibi, saat itu hanya mengalami luka kecil berukuran 1,5 sentimeter di pelipis kiri.

    Bagian tubuh Novanto yang lainnya juga sempat diperiksa Toyibi. Utamanya bagian dada dan kepala. Menurut Toyibi, kondisi Novanto secara keseluruhan dalam keadaan baik.

    “Konsen saya periksa jantung. Secara fisik normal. Jantung tidak ada masalah. Tidak ada yang gawat,” tutur dia.‎

    Hal itu bertolak belakang dengan pengakuan Fredrich. Dikatakan‎ Toyibi, kondisi Novanto tidak separah yang dikatakan Fredrich di media massa. Menurut Toyibi‎, Fredrich berbicara tidak benar mengenai kondisi Novanto.‎

    “Saya melihat di TV, Beliau berikan pernyataan bahwa Pak Setya Novanto kecelakaan dan sangat parah, mobilnya hancur duarrr..duarrr. ‎Oh, berarti yang disebut di televisi itu tidak benar,” ungkap dia.

    Saat di rumah sakit, kata Toyibi, dirinya sempat disatroni dokter yang bertugas di KPK. Saat itu dokter KPK mengkonfirmasi kepada Toyibi apakah Novanto dapat dibawa meninggalkan RS Medika.‎

    “Dia (dokter KPK) tanya apa pasien transportable atau tidak. Saya bilang transportable bisa untuk dibawa,” ujar Toyibi.

    Dalam persidangan, Fredrich sempat meluapkan kemarahannya kepada dokter Toyibi. Dengan nada tinggi Fredrich menanyakan mengapa Toyibi membocorkan medical record Setya Novanto kepada salah seorang dokter KPK.‎ Medical record itu diberitahu Toyibi kepada dokter KPK bernama Johanes.‎

    “Ketika saksi menjelaskan bertemu dengan dokter KPK bernama Johanes dan kemudian bagaimana saudara tahu kalau dia itu dokter ?,” tanya Fredrich saat memberikan tanggapan.
    ‎
    “Ya,  saya percaya saja,” ucap Toyibi.

    Fredrich kemudian mempersoalkan mengapa Toyibi bisa membocorkan medical record tanpa seizin pasien dan dokter yang merawatnya. “Apakah saksi menjawab kepada Johanes, kemudian dengan membocorkan rahasia pasien tanpa izin pasien dan juga tim dokter yang merawat.

    Karena itu pasal 48 UU Kedoktera wajib menyimpan rahasia pasien, bagaimana bisa menjelaskan kepada seseorang. Pertanyaan saya kenapa membocorkan ?,” tanya Fredrich dengan nada tinggi.
    ‎
    “Karena dia adalah dokter, dia juga petugas KPK,” jawab Toyibi.‎
    ‎
    Dalam perkara ini, Fredrich didakwa merintangi penyidikan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. ‎Bersama dokter Bimanesh, Fredrich diduga sengaja merekayasa rekam medik Setya Novanto untuk menghindari kejaran penyidik KPK.‎

    Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

    TAGS : Fredrich Yunadi Setya Novanto Bimanesh Sutarjo

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/33251/Setnov-Kecelakaan-yang-Dipanggil-Malah-Dokter-Jantung/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKetua Harian DPD Partai Golkar Jateng Terseret Aliran Uang e-KTP
    Next Article China Bakal Permudah Akses Perdagangan ke Negaranya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.