Intel AS Tuduh Rusia Iming-imingi Hadiah untuk Taliban

0
Intel AS Tuduh Rusia Iming-imingi Hadiah untuk Taliban

Kelompok Taliban

Washington, Jurnas.com – Intelejen Amerika Serikat (AS) menuduh militer Rusia telah menawarkan hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban di Afganistan, untuk membunuh pasukan Amerika dan pasukan koalisi lainnya.

Menurut laporan New York Post, AS mengatakan bulan lalu bahwa unit intelijen militer Rusia yang terkait dengan upaya pembunuhan di Eropa telah menawarkan hadiah untuk serangan yang berhasil tahun lalu.

Surat kabar itu mengatakan bahwa militan Islam, atau unsur-unsur kriminal bersenjata yang terkait erat dengan mereka, diyakini telah mengumpulkan sejumlah uang hadiah.

Gedung Putih, CIA dan Kantor Direktur Intelijen Nasional menolak permintaan dari Reuters untuk mengomentari laporan Times, sebagaimana dilansir dari Al-Arabiya pada Sabtu (27/6).

Presiden AS Donald Trump telah diberi pengarahan tentang penemuan intelijen, kata Times. Dikatakan, Gedung Putih belum mengesahkan langkah-langkah apa pun terhadap Rusia sebagai tanggapan atas hadiah itu.

Dari 20 orang Amerika yang tewas dalam pertempuran pada 2019, Times mengatakan, tidak jelas kematian mana yang dicurigai.

Setelah hampir 20 tahun memerangi Taliban, Amerika Serikat mencari cara untuk membebaskan diri dari Afganistan dan untuk mencapai perdamaian antara pemerintah yang didukung AS dan kelompok militan, yang mengendalikan petak-petak negara.

Pada 29 Februari lalu, Amerika Serikat dan Taliban mencapai kesepakatan yang menyerukan penarikan pasukan AS secara bertahap.

Kekuatan pasukan AS di Afghanistan turun ke hampir 8.600, jauh di atas jadwal yang disepakati dengan Taliban, sebagian karena kekhawatiran tentang penyebaran virus corona, kata para pejabat AS dan NATO pada akhir Mei.

TAGS : Amerika Serikat Rusia Taliban

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74468/Intel-AS-Tuduh-Rusia-Iming-imingi-Hadiah-untuk-Taliban/

Leave A Reply

Your email address will not be published.