Simbol Kebesaran Partai Dibakar, Warganet: Untungnya PDIP Bukan Partai Barbar

0
Simbol Kebesaran Partai Dibakar, Warganet: Untungnya PDIP Bukan Partai Barbar

Denny Siregar, warganet dan aktivis politik

Jakarta, Jurnas.com – Kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) oleh demonstran penentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, berbuntut panjang. Para kader partai berlambang banteng mulai turun ke jalan melancarkan protes.

Elite PDIP seperti Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto pun bergerak cepat. Keduanya langsung mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pihaknya akan menghormati proses hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian.

Hal inipun menjadi isu yang trending di jagat media sosial termasuk Twitter. Salah satu influencer dan pegiat media sosial yang menanggapi kejadian ini adalah Denny Siregar. Dalam akunnya @dennysiregar7, dia memberi perspektif makna pembakaran bendera partai itu bagi kader PDIP.

“Membakar bendera @PDI_Perjuangan sama dengan membakar simbol partai dan jutaan kader2nya,” tulis Denny dalam tangkapan layar akunnya, Jumat (26/6/2020).

Denny juga menilai bahwa ketika pembakaran bendera partai itu dilakukan, maka ini bukan lagi masalah personal. Namun dia memuji cara para elite PDIP yang sejak awal langsung bisa memahami situasi dengan menegaskan bahwa mereka akan memilih cara konstitusional lewat jalur hukum dalam menyelesaikan dugaan tindak pidana itu.

“Untungnya @PDI_Perjuangan bukan partai barbar. Mereka menempuh jalur hukum, itu bagus,” tulisnya lagi.

“Kalau mereka mau gerakkan kadernya, sudah habis kalian,” tambahnya.

Selain itu, di cuitan lainnya, Denny juga menyarankan agar bukan hanya pembakar bendera PDIP saja yang diusut. Tetapi juga orang-orang di belakang yang menggerakkan demo.

“Motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah seperti ini tdk akan pernah selesai..,” cuit Denny.

Untuk diketahui, baik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto memang sama-sama menegaskan pilihan sikap partainya yang menghormati proses hukum. Dalam surat perintah hariannya, kemarin malam, walau Megawati meminta para kader untuk terus merapatkan barisan, namun ditegaskannya pilihan menghindari upaya memeceha belah bangsa.

“Saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa,” ungkap Megawati dalam surat perintahnya.

TAGS : Bendera PDI Perjuangan Denny Siregar RUU HIP

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74394/Simbol-Kebesaran-Partai-Dibakar-Warganet-Untungnya-PDIP-Bukan-Partai-Barbar/

Leave A Reply

Your email address will not be published.