Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»12 Provinsi Dijadikan Prioritas Perubahan Perilaku Covid-19
    News

    12 Provinsi Dijadikan Prioritas Perubahan Perilaku Covid-19

    December 3, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    12 Provinsi Dijadikan Prioritas Perubahan Perilaku Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Ketua Subbidang Edukasi Perubahan Perilaku, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Harris Iskandar mengatakan, ada sejumlah provinsi di Indonesia yang akan menjadi prioritas perubahan perilaku. Di mana sebanyak 12 provinsi itu adalah daerah dengan penularan virus tertinggi di Indonesia.

    Adapun 12 provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta. Selain itu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan juga Papua.

    “Ada 12 provinsi prioritas yang zona merah yang harus diperhatikan, dan konsentrasi kita itu di 53 kabupaten atau kota,” kata Harris dalam siaran YouTube Ditjen GTK, Kamis (2/12).

    Terdapat tiga tim yang telah dibentuk dalam mengubah perilaku masyarakat di daerah tersebut untuk bisa mematuhi protokol kesehatan. Tiga tim tersebut adalah tim mitigasi, tim edukasi dan tim sosialisasi.

    “Tim mitigasi ada di 18 kabupaten kota, tim edukasi 15 kabupaten kota dan tim sosialisasi 24 kabupaten kota,” kata dia.

    Adapun, tim sosialisasi berisikan penggiat keluarga berencana (KB), lalu untuk tim mitigasi adalah para tentara dan ahli psikologi. Sementara itu tim edukasi diisi oleh para mahasiswa yang menjadi duta perubahan perilaku.

    “Yang mahasiswa ini mereka melakukan edukasi ketemu warga di tempat publik gitu atau door to door,” tutur dia.

    Untuk tim edukasi, pihaknya telah menerima 5.625 mahasiswa untuk terjun ke lapangan dalam memberi edukasi ke masyarakat. Mulai dari edukasi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pemuda. Harapannya tim edukasi ini bisa diperluas.

    Selain itu, Harris juga berharap ada gerakan dari guru dan kepala sekolah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Caranya, hampir sama seperti mahasiswa dengan model gerakan masing-masing instansi bergerak sendiri untuk melakukan edukasi di sekitarnya domisilinya.

    “Bapak ibu guru di sekolah bisa juga melakukan edukasi melakukan pantauan berupa perubahan perilaku di masyarakat,” tadasnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article50 tahun Fuso Indonesia, berinovasi dari Colt menuju eCanter listrik
    Next Article Ini, Target AS untuk Vaksinasi COVID-19 hingga Februari 2021
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.