Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»3.800 Profesor Tak Punya Publikasi Ilmiah
    News

    3.800 Profesor Tak Punya Publikasi Ilmiah

    February 27, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    3.800 Profesor Tak Punya Publikasi Ilmiah

    Menristekdikti Mohamad Nasir

    Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, sebanyak 3.800 dari 5.366 guru besar (profesor, Red) belum menerbitkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

    Padahal kewajiban yang dikenakan kepada para guru besar di Indonesia tergolong ringan, yakni satu publikasi per tiga tahun sekali. Berbeda halnya dengan Taiwan yang diwajibkan membuat empat publikasi ilmiah setiap tahun.

    “Kalau kita bandingkan dengan luar negeri, Taiwan misalnya, satu tahun di sana wajib empat publikasi. Sedangkan Indonesia hanya satu per tiga tahun. Betapa ringannya,” ujar Menristekdikti usai pelantikan Rektor Unsyiah di Jakarta, Selasa (27/2).

    Menteri Nasir mengatakan, ada dua masalah dominan yang menghambat guru besar Indonesia menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Pertama yakni kurangnya perhatian terhadap kewajiban yang dibebankan.

    “Kedua, tidak bisa memahami media apa yang bisa dia lakukan. Namanya guru besar kan punya mahasiswa. Nah, mahasiswa kan punya tugas skripsi, tesis, atau desertasi. Itu kalau dipublikasikan bisa menghasilkan jurnal publikasi,” ujar Nasir.

    Guru besar tak harus menjadi penulis utama. Nasir menyebut, dia sudah berkali-kali memberi penegasan bahwa guru besar bisa bertindak sebagai penulis pendukung (co-author).

    Pun demikian dengan publikasi di jurnal bereputasi. Jurnal ilmiah tak melulu harus dipublikasikan di Scopus, jika selama ini ada alasan terkendala anggaran. Menteri Nasir mengimbau para guru besar bisa memanfaatkan publikasi ilmiah lainnya.

    “Ada Thompson Reuters dan Emerald. Kadang-kadang mereka ini tidak mau tahu dengan yang lain. (Dua publikasi ini) boleh saja, yang penting jurnal bereputasi,” jelasnya.

    TAGS : Pendidikan Kemristekdikti Publikasi Ilmiah Profesor Guru Besar

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/29752/3800-Profesor-Tak-Punya-Publikasi-Ilmiah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuan Maharani di Fakta Persidangan, KPK Bakal Dalami
    Next Article Soal Cawapres, Jokowi: Baru Pematangan, Sabar!
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.