Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»3 Anak Meninggal karena Hepatitis Akut Negatif Covid-19, Gejala Diare
    News

    3 Anak Meninggal karena Hepatitis Akut Negatif Covid-19, Gejala Diare

    May 5, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    3 Anak Meninggal karena Hepatitis Akut Negatif Covid-19, Gejala Diare 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sejumlah ahli masih mencari tahu penyebab hepatitis akut yang merebak di dunia. Pasalnya, penyebabnya hingga kini masih misterius. Ada ahli yang mengaitkan dengan virus penyebab flu atau pilek yakni adenovirus, dan ada pula yang mengaitkannya dengan Covid-19. Akan tetapi, 3 kasus kematian anak yang terjadi di Jakarta baru-baru ini ternyata seluruhnya negatif Covid-19.

    “Ketiga anak yang meninggal adalah 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun. Ketiganya negatif Covid-19,” tegas Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Kamis (5/5).

    Nadia mengatakan saat ini jika melihat faktor risikonya, 1 anak yang meninggal memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya. Pihaknya juga masih menyelidiki ketiga kasus itu dalam pemeriksaan lab untuk meneliti adanya penularan adenovirus dan hepatitis E. Masih butuh waktu 10-14 hari untuk melihat hasilnya.

    “Tak ditemukan faktor genetik pada keluarga sebelumnya. Dan tak ada anggota keluarga ketiga anak itu dengan gejala yang sama,” papar Nadia.

    Ke RS dengan Diare Hebat

    Menurut Nadia, kondisi ketiga anak tersebut saat dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo sudah dalam kondisi berat dan stadium lanjut. Mereka sudah dengan kondisi diare hebat.

    “Keluhan mereka dari saluran cerna, sebelum kuning, mual, muntah, dan diare hebat,” jelas Nadia.

    Selain menerbitkan surat kewaspadaan kepada Dinas Kesehatan di daerah dan meminta semua kasus terkait adanya sindrom sakit kuning untuk segera dilaporkan, Kemenkes juga menunjuk RS utama untuk menangani kasus ini yakni RSPI Sulianti Saroso. Nadia meminta para orang tua tetap waspada ketika anak sudah mengalami gejala awal seperti mual, muntah, dan diare.

    “Jangan tunggu sampai gejala lanjut, kita patut waspada segera bawa anak kita ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkasnya.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article1 dari 3 Anak Meninggal Belum Vaksin Covid-19, tapi Tertular Hepatitis
    Next Article Arus Balik Lewat Gerbang Tol Cileunyi Naik 44,96 Persen
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.