Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»40 Persen Ortu Tak Bayar Sekolah selama Pandemi Covid-19
    News

    40 Persen Ortu Tak Bayar Sekolah selama Pandemi Covid-19

    May 11, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    40 Persen Ortu Tak Bayar Sekolah selama Pandemi Covid-19

    Direktur PAUD Kemdikbud Muhammad Hasbi dalam kegiatan webinar `Pendidikan yang Membahagiakan Anak di Era Covid-19`, yang digelar oleh Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah, pada Senin (11/5)

    Jakarta, Jurnas.com – Survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menemukan bahwa sebanyak 40 persen orang tua yang memiliki anak di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tidak membayar biaya pendidikan selama pendemi virus corona baru (Covid-19).

    Temuan ini disampaikan oleh Direktur PAUD Kemdikbud, Muhammad Hasbi dalam kegiatan Webinar `Pendidikan yang Membahagiakan Anak di Era Covid-19`, yang digelar oleh Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah, pada Senin (11/5).

    “Dari survei yang kita lakukan, kita menemukan bahwa 40 persen orang tua tidak membayar biaya pendidikan selama pandemik. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Hasbi melalui konferensi video.

    Hal ini bukan tidak berdampak. Menurut Hasbi, dengan tidak membayar biaya pendidikan, pembayaran gaji guru PAUD juga ikut mandeg.

    Terbukti dari survei tersebut, 51 persen respon mengaku dibayar penuh, 20,5 persen hanya digaji setengah, dan 28,5 persen mengaku tidak dibayar sama sekali. Padahal 92,6 persen satuan PAUD menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

    Baca juga.. :

    • Tangani Covid-19, Pemerintah Kucurkan Rp2,06 Triliun ke Gugus Tugas
    • Dibuka Perdana, Ribuan Pengunjung Padati Shanghai Disneyland
    • Beri Bantuan Janda TNI, Bamsoet: Ini Tidak Sebanding Dengan Jasa Mereka

    “Proporsi yang paling besar dari orang yang tidak membayar biaya pendidikan ada di TPA (taman penitipan anak), SPS (satuan PAUD sejenis), dan kelompok bermain. Sedangkan di TK, RA, atau BA proporsi yang tertinggi membayar tidak penuh,” jelas Hasbi.

    Hal senada juga disampaikan Ketua PP Aisyiyah Prof. Masyitoh Chusnan. Dia menuturkan, sejak diberlakukan belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19, banyak guru-guru Aisyiyah di pelosok tidak mendapatkan honor bulanan.

    Padahal, guru-guru tersebut menurut dia selama ini berjuang di garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa.

    “Akhirnya 22 april lalu, jelang puasa, jajaran PP Aisyiyah dan Muhammadiyah semua bergerak untuk gerakan taawun sosial. Guru-guru jadi prioritas kami. Karena guru ujung tombak dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujar Masyitoh.

    “Betapa banyak di negeri ini gubernur berasal dari Aisyiyah Bustanul Athfal. Ini artinya peran guru itu luar biasa. Karenanya, dalam keadaan apapun mudah-mudahan tetap sabar dan bersyukur,” sambung dia.

    Pelibatan Orang Tua

    Sementara Ahli PAUD sekaligus Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Djalal menekankan bahwa kolaborasi orang tua dan guru sangat penting untuk menyukseskan kegiatan belajar di rumah.

    Orang tua, lanjut Fasli, tidak harus mendorong anak untuk terus menerus belajar, melainkan juga harus diselingi dengan kegiatan bermain. Fasli beralasan, bermain pun berguna untuk membentuk kreativitas anak.

    “Dengan bermain anak jadi senang secara psikologis dia aman pembelajaran pun maksimal dia ingin mengeksplorasi karena dia ingin tahu berbagai aspek dari permainan tersebut itu dari dirinya,” terang Fasli dalam kesempatan yang sama.

    Karenanya juga orang tua harus tidak hanya dituntut mengajari, namun juga menghasilkan kesenangan, memberikan pengertian, memberi informasi dan imajinasi anak, merangsang kreativitas, dan dan mengembangkan potensi.

    “Ketika kita buat dia menderita dan dia tidak dapat membangun kreatifitasnya, maka akhirnya konsep-konsepnya dia tidak bisa dia dapat. Padahal dengan bermain kita membangun kreatifitas,” tandas Fasli.

    Kegiatan webinar tersebut diikuti oleh ratusan guru Aisyiah di seluruh Indonesia, dihadiri oleh Ketua PP Aisyiyah Prof. Masyitoh Chusnan, Rektor Universitas Yarsi sekaligus Ahli PAUD Prof. Fasli Djalal, dan dimoderatori oleh Ketua LP3 Universitas Muhammadiyah Jakarta Herwina Bahar.

    TAGS : Orang tua Covid-19 PP Aisyiyah Sekolah PAUD

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72121/40-Persen-Ortu-Tak-Bayar-Sekolah-selama-Pandemi-Covid-19/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMegawati Instruksikan Kedaulatan Pangan
    Next Article PP Aisyiyah Imbau Guru Bersabar selama Pandemi Covid-19
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.