Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»633 Perguruan Tinggi Dinyatakan Kurang Sehat
    News

    633 Perguruan Tinggi Dinyatakan Kurang Sehat

    August 28, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    633 Perguruan Tinggi Dinyatakan Kurang Sehat

    Dirjen Kelembagaan Kemristekdikti Patdono Suwignjo (Foto: Harnas)

    Jakarta – Sebanyak 14 persen dari total 4.529 perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan kurang sehat. Karena itu pemerintah terus mengupayakan merger (penyatuan) antar perguruan tinggi kecil, yang juga bertujuan untuk merampingkan jumlah perguruan tinggi Indonesia.

    Direktur Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Patdono Suwignjo menuturkan, saat ini 70 persen atau sekitar 3.168 perguruan tinggi Indonesia berstatus sebagai perguruan tinggi kecil, yang hanya memiliki satu hingga dua program studi.



    Perguruan tinggi kecil ini, lanjut Patdono, rentan menjadi kampus tak sehat, baik dari segi kecukupan finansial, jumlah mahasiswa, hingga pemenuhan dosen.

    “Jadi kita minta untuk merger. Terus kemudian diakuisisi. Sementara pendirian universitas sedang dimoratorium, makanya tidak usah mendirikan. Kan ada yang kecil-kecil itu,” kata Patdono dalam Forum Konsultasi Publik, di Jakarta, pada Selasa (28/8).

    Baca juga :

    • Butuh 250 Tahun Politeknik Samai Jumlah Universitas
    • Menristekdikti Imbau TKI Tak Lupakan Pendidikan
    • Pertumbuhan Paten Terdaftar Makin Bergairah

    Bagaimanapun, kemampuan finansial tak bisa diabaikan. Patdono mengungkapkan, paling tidak untuk mendirikan perguruan tinggi baru, harus sudah menyiapkan modal selama lima tahun ke depan.

    Pasalnya, kata Patdono, pada tahun pertama perguruan tinggi tidak langsung digandrungi oleh mahasiswa baru. Belum lagi untuk keperluan promosi, sosialisasi, hingga memenuhi biaya operasional.

    “Kalau tidak punya cadangan finansial yang cukup untuk lima tahun, bisa mati. Karena pada tahun pertama jumlah pendaftarnya tidak banyak. Belum banyak masyarakat yang tahu. Kalau sudah lima tahun nanti baru bisa untuk mebiayai operasional,” ungkap Patdono.

    TAGS : Pendidikan Kemristekdikti Merger

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/39986/633-Perguruan-Tinggi-Dinyatakan-Kurang-Sehat/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSuap Dana Perimbangan, KPK Periksa Dua Anggota DPR
    Next Article Jepang Sebut Korut Masih Jadi Ancaman
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.