Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»99 Persen Gelombang Omicron Kuasai Indonesia, Ini Bedanya dengan Delta
    News

    99 Persen Gelombang Omicron Kuasai Indonesia, Ini Bedanya dengan Delta

    February 10, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    99 Persen Gelombang Omicron Kuasai Indonesia, Ini Bedanya dengan Delta 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sejak ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Variant of Concern (WHO) pada November 2021 pasca pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, gelombang Omicron saat ini sudah menyebar di lebih dari 140 negara. Di Indonesia, lonjakan Covid-19 saat ini memicu hampir 300 ribu kasus aktif per Kamis (10/2).

    Artinya jumlah pasien yang masih membutuhkan perawatan baik gejala ringan, sedang, atau berat yakni sebanyak itu. Hal itu disebabkan varian Omicron lebih cepat menular dibanding varian Delta meski gejalanya lebih ringan daripada varian Delta.

    Karena cepatnya penularan, gelombang Covid-19 ketiga di Indonesia diyakini sudah dikuasai oleh gelombang varian Omicron. Menurut data GISAID via CoVariants.org, berdasarkan pelacakan varian di Indonesia, saat ini sudah 99 persen hasil tes metode Whole Genome Sequencing (WGS) lewat tes PCR dikuasai oleh varian Omicron.

    Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan dengan masifnya penularan Omicron membuat varian Delta kalah bersaing. Delta sulit mendapatkan mangsa atau inang baru, sudah diburu oleh Omicron.

    “Karena karakter dari Omicron ini jauh lebih cepat menular. Delta kalah bersaing. Delta tak dapat mangsa. Apalagi dari sisi WGS saat ini 99 persen Indonesia variannya adalah Omicron. Sehingga potensi yang paling dominan bisa dibilang Indonesia sudah mengalami gelombang Omicron, Delta lewat,” kata Dicku kepada JawaPos.com, Kamis (10/2).

    “Ingat Omicron ini kurang lebih November baru dijadikan VOC, tapi dampaknya luar biasa, sudah 140 negara dan selalu pecah rekor. Menyebabkan gelombang infeksi di berbagai negara. Selain jangan main-main dengan Omicron, potensinya menjadi serupa atau mendekati gelombang Delta itu tetap ada. Walaupun itu potensinya moderat,” kata Dicky.

    Editor : Dimas Ryandi

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBI Tambah Likuiditas Perbankan | BALIPOST.com
    Next Article Pemkot Tangerang Bersama Polres Metro Buka 61 Gerai Vaksinasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.