Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tahun Lalu, Penghimpunan DPK Naik 9,3 Persen jadi Rp 7.929,5 Triliun
    Ekonomi

    Tahun Lalu, Penghimpunan DPK Naik 9,3 Persen jadi Rp 7.929,5 Triliun

    January 25, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tahun Lalu, Penghimpunan DPK Naik 9,3 Persen jadi Rp 7.929,5 Triliun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Penghimpunan dana murah perbankan tetap kencang sepanjang tahun lalu. Analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) mencatatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp 7.929,5 triliun akhir Desember 2022. Jumlah tersebut tumbuh 9,3 persen secara year-on-year (YoY).

    “Kinerja tersebut ditopang giro yang tumbuh 21,1 persen YoY menjadi Rp 2.430 triliun dan tabungan naik 7,4 persen YoY senilai Rp 2.635,9 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryanto, Selasa (24/1).

    Sedangkan, deposito naik 2,6 persen YoY menjadi Rp 2.863,6 triliun pada 2022. Sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan berjangka. Meski demikian, penghimpunan DPK Desember 2022 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,4 persen YoY.

    Yang menjadi sorotan, DPK valas perbankan justru melesat 20,8 persen secara tahunan. Yakni mencapai Rp 1.187 triliun. Sementara DPK rupiah hanya tumbuh 7,5 persen menjadi Rp 6.742,5 triliun.

    Dari fungsi intermediasi, perbankan mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 6.387 triliun pada Desember 2022. Tumbuh 11 persen YoY, setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,9 persen YoY.

    “Perkembangan kredit terjadi pada golongan debitur korporasi (14,5 persen YoY) dan perorangan (8,7 persen YoY),” jelas Erwin.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, penghimpunan DPK mendorong penyaluran kredit perbankan di sektor riil. Perbaikan fungsi intermediasi juga sejalan dengan likuiditas memadai, suku bunga kredit masih rendah, dan risk appetite yang semakin meningkat.

    Bank sentral memastikan melanjutkan kebijakan akomodatif ke sektor-sektor yang belum pulih, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), KUR (kredit usaha rakyat), dan pembiayaan hijau untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. “Maka, kredit di 2023 akan berada di kisaran 10 persen sampai 12 persen,” tandas alumnus Iowa State University itu.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Agas Putra Hartanto


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePernikahan Nikita Mirzani akan Digelar di Luar Negeri
    Next Article Pemerintah Bentuk Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.