Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Perajin Arak Tradisional Masih Eksis, Salah Satunya di Desa Ini
    Ekonomi

    Perajin Arak Tradisional Masih Eksis, Salah Satunya di Desa Ini

    January 27, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Perajin Arak Tradisional Masih Eksis, Salah Satunya di Desa Ini 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Perajin Arak Tradisional Masih Eksis, Salah Satunya di Desa Ini 2
    Salah satu pembuat arak melakukan produksi dengan cara tradisional di atas tungku atau jalikan. (BP/gik)

    SEMARAPURA, BALIPOST.com – Konsumsi arak Bali belakangan mulai naik, setelah Pemprov Bali, terus mempromosikan untuk mengkonsumsi arak secukupnya. Bahkan, dibuatkan Hari Arak Bali setiap 29 Januari.

    Situasi ini membuat produksi arak, khususnya arak tradisional tetap eksis, meski terus menerus digempur produksi arak yang dilakukan secara lebih modern. Produksi arak tradisional dilakukan di sejumlah desa, salah satunya Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung.

    Sejak dulu sampai sekarang, secara turun temurun, warga di lereng bukit ini masih konsisten memproduksi arak Bali. Masyarakat setempat mengelola atau mendestilasi nira kelapa secara tradisional di dapur rumahnya masing-masing untuk menciptakan minuman keras ini dengan kadar alkohol 15-sampai 25 persen.

    Salah satu perajin arak Komang Ayu Sugianti, Jumat (27/1) mengaku untuk sekali produksi menghabiskan bahan baku sebanyak 30 liter nira kelapa. Dari bahan itu, dihasilkan kurang lebih 10 liter atau 15 botol kemasan arak.

    Hasil tersebut didapatkan dua atau tiga kali seminggu. Sementara untuk pemasaran masih mengandalkan pengepul atau menjual langsung di warung-warung secara mandiri, karena peminatnya juga cukup banyak.

    Walaupun arak Bali sudah menjadi warisan budaya dan dilindungi pemerintah, namun, arak tradisional ini tidak bisa berkembang cepat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. Sebab, pengecer lebih tertarik memilih arak gula yang diproses secara modern dan dengan harga yang lebih murah.

    Ini menjadi kendala yang sulit dihadapi para perajin arak tradisional, yang memproduksi arak murni. “Dari dua ember nira ini, jika jadi arak, sebanyak 15 botol dengan kadar aklohol 10-15 persen. Produksinya kadang dua hari sekali, tiga hari sekali tergantung ada bahan baku nira. Kalau kadar alkohol sampai 15 persen harganya Rp 20 ribu per botol. Penjualannya seputaran di sini. Kadang ngecer di warung-warung. Saat ini mulai macet dan sulit jual. Karena ada arak gula, itu sekarang lebih ngetren lebih laris. Selain itu, juga lebih murah katanya,” ujar Ayu.

    Perajin lainnya Nengah Karti mengaku sudah menjadi perajin arak selama 13 tahun. Selama ini, dia mengaku masih bisa bertahan berproduksi dengan bahan baku didapat langsung dari petani setempat.

    Dia membelinya, kemudian diolah secara tradisional. Proses destilasi arak tradisional dilakukan dari pukul 10 hingga pukul 19.00 WITA, baru mendapatkan 20 liter arak, dari 70 liter nira kelapa. Untuk pemasaran, dia juga mengandalkan pengepul dan penjualan ke warung-warung terdekat.

    “Saya sudah 13 tahun jadi perajin arak. Sejauh ini masih punya pelanggan khusus. Kalau sudah jadi, ada yang ngambil langsung ke sini, sampai lima jiriken. Sejauh ini masih sanggup produksi 20 liter sehari. Kalau bahan bakunya masih beli, dari 7 ember dapat 20 liter, dengan kadar alkohol 20-25 persen,” tutur Karti.

    Mereka berharap, setelah menjadi warisan budaya bali takbenda, hingga ditetapkannya 29 Januari sebagai Hari Arak Bali, pasarnya dapat semakin luas. Sehingga dapat berimbas langsung kepada para perajin arak, yang masih tetap berproduksi sampai sekarang. (Bagiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTerancam Dipolisikan, Velline Ayu Tidak Bisa Tidur
    Next Article Jadi Ikon, Arak Bali Ditarget Seperti Mikol dari 7 Negara Ini
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.