Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Generasi Milenial Diajak Lestarikan Pertanian “Uyah”
    Ekonomi

    Generasi Milenial Diajak Lestarikan Pertanian “Uyah”

    July 11, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Generasi Milenial Diajak Lestarikan Pertanian "Uyah" 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Generasi Milenial Diajak Lestarikan Pertanian "Uyah" 2
    Suasana Temu Wirasa Temu Wirasa (sarasehan), Selasa (11/7) yang berlangsung di Ruang Rapat Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
    Temu Wirasa mengambil tema Bhoga Banija Jaladhi (Potensi Uyah dalam Tata Boga dan Komoditi Bali). (BP/apsari)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Generasi milenial diajak melestarikan pertanian uyah (garam) tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Dilihat dari potensinya, produk garam tradisional ini memiliki nilai tinggi jika diekspor. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana, dalam Temu Wirasa (sarasehan), Selasa (11/7) yang berlangsung di Ruang Rapat Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

    Mengambil tema Bhoga Banija Jaladhi (Potensi Uyah dalam Tata Boga dan Komoditi Bali), sarasehan menghadirkan 2 narasumber. Yaitu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana dan Chef sekaligus Akademisi dari Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI), A.A Anom Samudra A.Md, Par.

    Sumardiana menyampaikan hampir semua kabupaten/kota di Bali memiliki potensi garam. Penyebaran petani garam pun disebutnya ada di hampir seluruh kabupaten/kota, di antaranya Karangasem, Buleleng, Klungkung, Gianyar, Tabanan, Denpasar dan Jembrana.

    Kendala utamanya, dalam proses pembuatan, tidak semua petani garam menggunakan cara yang sama. Ada yang menggunakan cara palungan atau geomembran, ada yang menggunakan sistem tambak, ada yang masih menggunakan cara tradisional dengan menyiram di atas pasir, dan ada juga yang memakai sistem perebusan. Karena prosesnya berbeda, produk garam yang dihasilkan pun berbeda.

    Ia pun menyoroti kurangnya minat masyarakat terhadap usaha garam, kurangnya modal serta sarana dan prasarana yang terbatas. Padahal, garam ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, namun untuk penunjang kesehatan. Terlebih, nilai ekspornya cukup tinggi.

    “Sampai saat ini tidak pernah terjadi penolakan oleh negara-negara tujuan yang kita ekspor,” ungkapnya.

    Ia pun berharap generasi milenial bisa tertarik memproduksi garam tradisional dengan mengetahui potensi ekonominya. “Semoga dengan adanya acara ini, khususnya untuk generasi muda bisa terketuk hatinya untuk ikut melaksanakan kegiatan pertanian garam ini. Sehingga semakin banyak kelompok yang bisa memproduksi garam, dan hal tersebut akan berpengaruh untuk Bali dan Indonesia,” ujarnya.

    Senada dengan Sumardiana, Anom pun menilai potensi produk garam tradisional Bali cukup besar. Ia memaparkan produk garam ini bisa digunakan dalam pengolahan makanan/kuliner. Diantaranya garam Himalaya (Himalayan pink salt), garam yodium, garam berbutir kasar (coarse salt) dan garam Bali.

    Anom juga memaparkan tentang manfaat garam dalam industri pengolahan makanan diantaranya, sebagai pegawet makanan, bahan peningkat tekstur pada makanan, peningkat rasa manis serta mengurangi rasa pahit, sumber nutrisi tubuh, bahan pengikat makanan dan memberi atau menambah warna pada tampilan makanan. (Apsari/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRepsol Indonesia serahkan 2 unit motor sport untuk konsumen beruntung
    Next Article Gadget Diperkenalkan Sejak Dini, Orangtua Diingatkan Gaya Hidup Sedentari
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.