Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Indonesia Jadi Incaran Asing Pasarkan Produk Halal
    Ekonomi

    Indonesia Jadi Incaran Asing Pasarkan Produk Halal

    July 27, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Jadi Incaran Asing Pasarkan Produk Halal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Jadi Incaran Asing Pasarkan Produk Halal 2
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika (kiri) dan Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kementerian Perindustrian, M. Ari Kurnia Taufik (kanan) saat memberikan keterangan kepada media dalam Kick Off Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2023 di Jakarta, Kamis (27/7/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Pasar konsumen muslim di Tanah Air yang diincar oleh negara-negara asing untuk memasarkan produk halal mereka perlu diwaspadai. Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

    Dalam Kick Off Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2023 di Jakarta, Kamis, Menperin mengungkapkan Indonesia menjadi konsumen produk halal tertinggi di dunia, dengan proyeksi jumlah konsumsi mencapai 281,6 miliar dolar AS pada tahun 2025 karena sebanyak 241,7 juta (berdasarkan data per 2022) atau 87 persen penduduknya yang beragama Islam.

    “Indonesia saat ini menjadi konsumen produk halal terbesar. Tentu, karena kita negara dengan populasi beragama Islam terbesar, mencapai 241 jt penduduk. Dalam data tersebut, tercatat konsumsi masyarakat muslim Indonesia mencapai 184 miliar dolar AS. Dan pada 2025 diproyeksi konsumsi masyarakat muslim Indonesia meningkat jadi 281,6 miliar dolar AS. Ini luar biasa,” katanya dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (27/7).

    Menurut Menperin, masih ada potensi yang lebih besar lagi di pasar global. Sayangnya, meski menjadi salah satu negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia masih sedikit tertinggal dalam produksi produk halal dunia, bahkan dari negara yang mayoritasnya non muslim.

    “Kalau tidak salah, Indonesia walaupun memiliki penduduk agama Islam terbesar tapi dalam konteks memproduksi produk halal, masih sedikit ketinggalan dari negara lain seperti Turki. Bahkan ada negara yang penduduknya sebagian besar non muslim, itu memproduksi beberapa produk halal jauh lebih banyak, jauh lebih daripada Indonesia. Ini challenge (tantangan) bagi kita,” katanya.

    Namun, di balik tantangan itu, Menperin meyakini ada peluang yang bisa diambil oleh industri dalam negeri. Oleh karena itu, Menperin menegaskan perlunya Indonesia terus mempersiapkan diri dari sisi produksi produk halal.

    “Yang tidak terbantahkan adalah kebutuhan dari produk-produk halal baik global maupun domestik sangat sangat besar. Oleh sebab itu, kita harus terus menerus mempersiapkan diri karena kita juga harus siap bahwa Indonesia dilihat oleh negara-negara lain yang memproduksi produk-produk halalnya sebagai pasar,” katanya.

    Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia perlu mengakselerasi pertumbuhan produk-produk halal dalam negeri agar bisa memenuhi kebutuhan domestik, mengurangi impor juga mengisi permintaan pasar global.

    Ia juga mengajak para pelaku usaha dan industri untuk bisa terpanggil dan antusias untuk mulai memproduksi produk-produk halal. Demikian pula bagi pelaku usaha yang telah memproduksi produk halal diminta untuk bisa segera melakukan ekspansi. Hal itu perlu dilakukan untuk menahan produk halal negara lain membanjiri Tanah Air.

    “Karena market-nya yang besar itu maka Indonesia menjadi sasaran produsen-produsen halal dari negara lain. Itu harus kita cermati sehingga Indonesia harus mengakselerasi agar produk dalam negeri siap mengisi (pasar domestik) serta mengurangi impor dari negara lain. Juga untuk mengisi pasar produk halal global yang juga cukup besar,” katanya.

    Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH) Kemenperin M. Ari Kurnia Taufik dalam kesempatan yang sama mengungkapkan produk-produk halal impor saat ini paling banyak masuk dari China. “Yang dari luar itu banyak dari China. Itu negara yang main di (produk) halal juga. Sisanya ada Malaysia,” kata Ari. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAntisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun
    Next Article WHO Perkirakan Ratusan Ribu Anak Terdiagnosa Kanker
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.