Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Galungan, Umat Hindu Mulai Beralih Gunakan Buah Lokal
    Ekonomi

    Galungan, Umat Hindu Mulai Beralih Gunakan Buah Lokal

    August 1, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Galungan, Umat Hindu Mulai Beralih Gunakan Buah Lokal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Galungan, Umat Hindu Mulai Beralih Gunakan Buah Lokal 2
    Seorang pedagang buah di pasar tradisional menunggu pembeli. (BP/wulan)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Hari Suci Galungan yang jatuh pada Rabu (2/8) membuat meningkatnya permintaan buah. Di tengah kondisi ekonomi yang mulai pulih akibat terhantam pandemi COVID-19, buah lokal menjadi pilihan konsumen.

    Ditemui di lapak dagangannya di Pasar Agung, pada Selasa (1/8), Nyoman Artha (63) mengungkapkan buah lokal lebih banyak dicari pembeli dalam perayaan Galungan ini. Ia pun mengatakan terdapat kenaikan harga untuk sejumlah buah lokal. “Buah lokal yang mahal sekarang,” ujarnya,

    Ia mengungkapkan manggis adalah buah lokal yang mengalami kenaikan harga signifikan. Sekilo manggis dijualnya Rp45.000. Hal ini karena di Bali belum panen manggis, dan pasokannya berasal dari Jawa.

    Harga buah yang dijualnya relatif bervariasi, tergantung jenisnya. Kenaikan mencapai kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilonya.

    Kenaikan harga buah ini pun membuatnya harus menambah modal. “Serba sulit kalau buahnya mahal, kalau begini modal harus nambah,” sebut pria asal Penarungan itu.

    Sementara itu, pedagang buah di Pasar Badung, Nyoman Asih (50) mengungkapkan buah lokal banyak dicari pembeli untuk perayaan Galungan. “Buah lokalnya banyak yang beli tapi agak langka sekarang. Paling lebih banyak jeruk atau salak,” ucap perempuan asal Penatih itu.

    Asih mengatakan harga buah tak mengalami kenaikan signifikan. Buah impor dijualnya di kisaran Rp25.000 atau Rp30.000 per kilogram. Sedangkan buah lokal, sekilonya dijual Rp15.000 hingga Rp.20.000.

    Ditanya soal peningkatan jumlah pembeli, ia mengaku tak jauh beda dengan Galungan sebelumnya. “Standar aja apalagi sekarang di jalan-jalan banyak pedagang buah,” jelasnya. (Wulan/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIBCA MMA Bakal Gelar Kejurnas dan Asean Champhionship
    Next Article Perayaan Galungan, Tape dan “Jaja” Uli Tak Alami Kenaikan Harga
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.