Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Gubernur Koster Serius Garap Pertanian untuk Ekonomi Kerthi Bali
    Ekonomi

    Gubernur Koster Serius Garap Pertanian untuk Ekonomi Kerthi Bali

    August 22, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gubernur Koster Serius Garap Pertanian untuk Ekonomi Kerthi Bali 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gubernur Koster Serius Garap Pertanian untuk Ekonomi Kerthi Bali 2
    Suasana Dialog Merah Putih Bali Era Baru bertema “Sektor Pertanian Memperkuat Ekonomi Kerthi Bali’’, di Warung Bali Coffee Jl. Veteran 63, Denpasar, Senin (22/8). (BP/kmb)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Sektor pertanian menjadi salah satu pilar yang memperkuat Ekonomi Kerthi Bali. Penguatan sektor pertanian dapat dimulai dengan menempatkannya sebagai lokomotif ekonomi. Maka dari itu, perhatian terhadap pertanian harus dimulai dari hulu hingga hilir. Ini erat kaitannya dengan gagasan Gubernur Koster agar Bali mulai mandiri dalam segala hal bidang pertanian.

    Gubernur Koster merancang pembangunan pertanian Bali lebih masif dan profesional. Bali tidak lagi tergantung pada pangan ekspor melainkan
    memproduksi sendiri secara bertahap. Makanya berbagai komunitas pertanian mulai dikembangkan yakni padi, bunga gumitir, bawang merah hingga bawang putih.

    Ide ini disambut pakar pertanian Bali yang juga Rektor
    Dwijendra University, Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA.,
    dalam acara Dialog Merah Putih Bali Era Baru bertema  “Sektor Pertanian Memperkuat Ekonomi Kerthi Bali’’, di Warung Bali Coffee Jl. Veteran 63, Denpasar, Senin (22/8).

    Ia melihat pertanian sebagai sektor prioritas yang diunggulkan Gubernur Bali. Gagasan ini sangat membanggakan karena pertanian di Bali tidak hanya
    melihat dari proses produksi tapi juga budayanya.

    Sedana menambahkan budaya pertanian di Bali yang membuat sinergi antarstakeholder terkait menguat sehingga menempatkan pertanian tidak hanya memiliki nilai–nilai sosial tapi juga ekonomis.

    “Ketika Pak Gubernur menyampaikan visi misinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan pertanian menjadi pilarnya, itu artinya pertanian sudah mulai diperhatikan. Itu membuat saya bangga sebagai orang yang juga bergelut di bidang pertanian,” ujarnya.

    Perhatian Gubernur terhadap sektor pertanian bukan hanya sebatas visi misi namun diimplementasikan
    lewat Pergub seperti Pergub 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. “Ini menunjukkan adanya concern yang sangat kuat dari Gubernur
    terhadap sektor pertanian,” imbuhnya.

    Dia mengingatkan Pergub ini dalam implementasinya
    belum berjalan maksimal sehingga diperlukan upaya yang kuat agar para petani, peternak, pengusaha lokal bisa terangkat secara ekonomi. Mengingat Bali memiliki sektor yang kuat yaitu pariwisata, maka pariwisata bisa menjadi gandengan yang kuat untuk mengangkat pertanian.

    Sektor pertanian saat ini bisa menjadi lokomotif ekonomi Bali yang didesain dalam Ekonomi Kerthi Bali. Sektor pertanian diletakkan di hulu dan di muara. Artinya bahwa sejak awal membangun sektor pertanian yang didukung oleh sektor lainnya, mulai dari pengairan,
    industri hulu dan hilirnya.

    Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana
    Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P. mengatakan, bawang putih merupakan salah satu komoditi pangan yang menjadi indikator ketahanan pangan di Bali. Memang produksi bawang putih masih kurang di Bali maka dari itu dilakukan impor.

    Dengan adanya upaya Gubernur Bali untuk pencananganan penanaman bawang putih ribuan hektar, menurutnya menjadi langkah maju ke depan
    untuk ketahanan pangan Bali, namun untuk memproduksi bawang putih perlu inovasi-inovasi, mulai dari produksi pupuk yang mampu meningkatkan produksi bawang putih.

    Maka dari itu saat ini ia tengah melakukan penelitian
    terkait dengan pupuk yang akan dikembangkan.
    Sementara dari sisi SDM pertanian Bali sendiri, menurut mahasiswa Pertanian Universitas Warmadewa I Gede Kariasa tidak ragu dengan masa depan pertanian dari sisi SDM. Generasi muda akan akrab dengan pertanian jika bergandengan dengan teknologi.

    Dengan teknologi, pertanian akan menjadi lebih maju. Di samping itu pula akan mampu menarik kembali minat generasi muda menjalankan pertanian ke depannya. (may/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIndonesia Perlu 200 Miliar Dolar untuk Pembangunan Berkelanjutan
    Next Article BRI Beri Dana Apresiasi Untuk Paskibraka Nasional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.