Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gunung Semeru Masih Alami Erupsi
    News

    Gunung Semeru Masih Alami Erupsi

    September 20, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gunung Semeru Masih Alami Erupsi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gunung Semeru Masih Alami Erupsi 2
    Aktivitas Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Rabu (20/9/2023) pagi. (BP/Ant)

    LUMAJANG, BALIPOST.com – Gempa erupsi atau letusan masih terjadi di Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur, pada Rabu pagi.

    Berdasarkan laporan tertulis petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Mukdas Sofian mencatat bahwa terjadi 16 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-20 mm, dan lama gempa 55-110 detik pada periode pengamatan 20 September 2023 pada pukul 00.00-06.00 WIB.

    “Gunung Semeru mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 55 detik,” katanya di Lumajang, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (20/9).

    Selain itu, aktivitas Semeru juga mengalami satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 18 mm dan tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2-22 mm. “Untuk pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara,” tuturnya.

    Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, sehingga masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

    Selain itu, perlu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenkominfo Minta OJK Blokir Nomor Rekening Terafiliasi Dengan Judi Online
    Next Article Polri gaet Kemendikbud hadirkan materi tertib lalu lintas di sekolah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.