Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Ini penyebab adopsi mobil listrik di Indonesia lambat
    Automotive

    Ini penyebab adopsi mobil listrik di Indonesia lambat

    October 16, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ini penyebab adopsi mobil listrik di Indonesia lambat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Pasar kendaraan listrik (EV) diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, tetapi adopsi mobil ramah lingkungan itu di Indonesia lebih lambat dibanding di pasar global.

    Lambatnya adopsi mobil listrik itu terjadi karena beberapa sebab, seperti masih adanya kekhawatiran mengenai ketersediaan stasiun pengisian daya, hingga pemeliharaan yang mahal dalam jangka panjang.

    Berdasarkan survei terbaru lembaga riset PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, responden merasa khawatir terhadap ketersediaan stasiun pengisian untuk kendaraan listrik, baik untuk mobil (63 persen) maupun sepeda motor (52 persen ).

    Kekhawatiran responden lainnya adalah ketersediaan stasiun pengisian daya kendaraan listrik di daerah terpencil, di mana untuk mobil 54 persen dan sepeda motor 47 persen. Hal itu menunjukkan perlunya infrastruktur pengisian daya yang merata untuk memenuhi kekhawatiran konsumen.

    Baca juga: Target nol emisi, Toyota siapkan kendaraan elektrik seluruh segmen

    “Oleh karena itu, para pemimpin industri dan pembuat kebijakan sedang mempersiapkan masa depan di mana kendaraan ramah lingkungan dapat memainkan peran utama di pasar,” kata Hendra Lie, PwC Indonesia Automotive Leader, dalam siaran pers, Senin.

    Walaupun daya tarik EV semakin besar, menurut PwC, kekhawatiran konsumen dapat memengaruhi tingkat adopsi EV secara signifikan. Kekhawatiran itu termasuk soal biaya pemeliharaan yang mungkin menjadi mahal dalam jangka panjang.

    Sebanyak 87 persen responden paling khawatir terhadap biaya penggantian baterai, 83 persen mengkhawatirkan harga suku cadang, 66 persen khawatir terhadap pengeluaran tak terduga, dan 59 persen mengkhawatirkan biaya perawatan rutin.

    PwC Indonesia merilis Indonesia Electric Vehicle Consumer Survey 2023 untuk memberikan wawasan unik kepada pembaca tentang kesiapan konsumen Indonesia terhadap mobil dan sepeda motor listrik, sehingga dapat memberikan gambaran tentang potensi masa depan industri ini.

    Baca juga: Jawab era elektrifikasi, Toyota terapkan “green curriculum” di TIA

    PwC juga menggarisbawahi bahwa kesadaran konsumen Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan juga makin baik sehingga diprediksi akan terjadi peningkatan permintaan kendaraan listrik ke depan.

    Sebagian besar responden berpendapat bahwa EV adalah kendaraan masa depan. Mesin yang lebih senyap (85 persen), teknologi inovatif (76 persen), dan aspek menarik yang belum pernah ada sebelumnya (82 persen), adalah tiga fitur utama EV yang tidak dapat ditiru di kendaraan berbahan bakar fosil.

    Baterai solid-state sedang dikembangkan untuk memberi konsumen jangkauan berkendara yang lebih jauh, waktu pengisian ulang yang lebih cepat, dan peningkatan keselamatan, serta inovasi dalam pengisian daya nirkabel untuk meningkatkan fleksibilitas dan berkendara otonom.

    Kemajuan mutakhir ini, terutama dalam teknologi baterai dan efisiensi secara keseluruhan, dapat mengurangi biaya perawatan dan memperpanjang umur kendaraan.

    Baca juga: Kia ungkap mobil konsep listrik SUV dan sedan baru, meluncur pada 2024

    Baca juga: Kendaraan listrik kini bisa disewa melalui aplikasi EMOVE

    Baca juga: Aston Martin kembangkan platform EV penggerak roda depan 800 volt

     

    Pewarta: Suryanto
    Editor: Satyagraha
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKuku Bima Operasi Gratis 50 Penderita Sumbing Bibir di Bogor
    Next Article Tak sekadar kopdar, komunitas Avanza Xenia juga gelar uji emisi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.