Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Mengenal baterai canggih dan aman “Blade Battery” dari BYD
    Automotive

    Mengenal baterai canggih dan aman “Blade Battery” dari BYD

    December 21, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengenal baterai canggih dan aman "Blade Battery" dari BYD 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Chongqing, China (ANTARA) – Perusahaan teknologi sekaligus produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka di China, BYD menggunakan baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP) bernama “Blade Battery” yang lebih aman dibandingkan jenis baterai lainnya.

    Dalam sebuah demo “nail penetration lab” di Kantor Pusat BYD, Shenzhen, ditunjukkan bahwa baterai berjenis NMC (Nickel manganese cobalt) lebih mudah terbakar saat mengalami tekanan atau ketika bagian baterai itu tertembus benda. Hal itu juga yang berpotensi menimbulkan kebakaran apabila kendaraan listrik mengalami kecelakaan.

    “Bagi BYD, keamanan adalah prioritas utama. Untuk produksi massal, kami percaya LFP adalah komponen yang reliable untuk keamanan dan lebih berkelanjutan,” kata General manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang kepada pewarta di Shenzhen pada Rabu (20/12) waktu setempat.

    Baca juga: BYD rencanakan gebrakan baru di pasar otomotif Indonesia

    Liu menjelaskan, baterai LFP yang dinamai “Blade Battery” itu merupakan komponen penting yang menjadi keunggulan mobil-mobil BYD.

    “Sehingga ke depannya terkait strategi, LFP bisa menghadirkan mobilitas yang lebih aman lebih cocok untuk EV,” kata dia.

    Blade Battery merupakan komponen yang dikembangkan BYD dengan keamanan maksimum yang menawarkan kekuatan, daya jelajah tinggi serta usia pakai yang panjang. LFP tidak mudah terbakar karena memiliki stabilitas termal yang sangat baik dan secara substansial bebas kobalt sehingga lebih ramah lingkungan.

    Baterai itu dinamakan “blade” karena bentuknya yang pipih, lurus dan panjang. Jika dibandingkan baterai model sebelumnya, baterai blade dapat menghemat ruang hingga 50 persen.

    Mengenal baterai canggih dan aman "Blade Battery" dari BYD 2
    Demo “nail penetration lab” di Kantor Pusat BYD, Shenzhen, China (ANTARA/Alviansyah Pasaribu)

    Keunggulan Blade Battery BYD

    Dari riset yang telah dilakukan secara mandiri oleh BYD, Blade Battery memiliki kemampuan yang lebih mutakhir dibanding baterai lainnya untuk diimplementasikan pada kendaraan elektrik.

    Baterai jenis itu dapat digunakan hingga 600 km dan dapat meningkatkan kepadatan energi hingga 50 persen.

    Tingkat keamanan dari Blade Battery sudah teruji dengan peningkatan yang signifikan. Dengan keunggulan itulah, BYD memiliki pijakan yang kuat bagi pengembangan kendaraan elektriknya.

    “Baterai adalah komponen paling utama dan paling penting pada kendaraan elektrik dan kami memiliki kekuatan itu, bahkan saat ini BYD menjadi produsen baterai terbesar ke-2 di dunia. Skala fasilitas, teknologi, serta volume produksi yang kami miliki inilah yang menjadi bukti keunggulan BYD dibandingkan produsen kendaraan elektrik lainnya,” jelas Luther Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia.

    Blade Battery menjadi satu-satunya yang lolos melalui serangkaian tes, salah satunya Nail Penetration Test, yang menguji kemampuan mengeliminasi potensi terbakarnya baterai saat kecelakaan.

    Pada aspek longevity, sel Blade Battery memiliki rentang hidup sepanjang 1.200.000km atau sekitar 3.000 kali charge, sehingga sangat tepat untuk penggunaan jangka panjang.

    Para ahli di BYD juga terus menyempurnakan volume kubik instalasi baterai dengan menyediakan 50 persen lebih banyak ruang untuk penyimpanan dan fitur lainnya. Selain itu, Blade Battery juga telah melewati uji kondisi ekstrem, seperti dihancurkan, ditekuk, dipanaskan dalam tungku hingga 300 °C, dan diisi berlebihan hingga 260 persen.

    Baca juga: Strategi BYD hadapi kurangnya infrastruktur pengisian daya mobil EV

    Baca juga: BYD siap masuk kompetisi mobil listrik di Indonesia

    Baca juga: Pasar otomotif berkembang, BYD masuk Indonesia semester I tahun depan

    Pewarta: Alviansyah Pasaribu
    Editor: Maria Rosari Dwi Putri
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePenjualan suku cadang di MySuzuki tumbuh positif jelang akhir tahun
    Next Article BYD ingin bangun ekosistem EV dan teknologi di Indonesia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.