Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Eksploitasi Seksual Anak Pindah ke Ruang Virtual
    News

    Eksploitasi Seksual Anak Pindah ke Ruang Virtual

    December 29, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Eksploitasi Seksual Anak Pindah ke Ruang Virtual 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Eksploitasi Seksual Anak Pindah ke Ruang Virtual 2
    Paparan yang disampaikan Koordinator Nasional ECPAT Indonesia Ahmad Sofian (kanan) dalam acara daring bertajuk Keberlanjutan Program Perlindungan Anak dalam Menghapus Eksploitasi Seksual Anak Online Di Indonesia, di Jakarta, Jumat (29/12/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Perkembangan teknologi yang pesat membuat eksploitasi seksual anak saat ini bergeser ke ruang virtual. Hal itu disebutkan jaringan global organisasi masyarakat sipil yang bekerja untuk mengakhiri eksploitasi seksual terhadap anak, ECPAT Indonesia.

    “Terjadi pergeseran eksploitasi seksual anak yang selama ini terjadi dalam ruang nyata. Berkembangnya teknologi, maka eksploitasi seksual itu pindah ke ruang virtual,” kata Koordinator Nasional ECPAT Indonesia Ahmad Sofian dalam acara via daring, Keberlanjutan Program Perlindungan Anak dalam Menghapus Eksploitasi Seksual Anak Online Di Indonesia, di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (29/12).

    Menurut dia, teknologi berkembang dengan cepat menciptakan perubahan dalam bentuk-bentuk eksploitasi seksual anak via daring.

    Ahmad Sofian menyebut bahwa di seluruh dunia, ruang internet yang berkembang pesat membuat lebih banyak anak menjadi rentan terhadap eksploitasi dan pelecehan seksual. “Teknologi digunakan untuk melakukan share terhadap berbagai aktivitas seksual yang sebetulnya sangat confidential, tapi ditampilkan di publik,” katanya.

    Selain itu, pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi untuk melakukan grooming pada anak-anak.

    Ahmad Sofian mengatakan, menurut data Internet Watch Foundation pada 2022, terdapat 255.571 konten kekerasan dan pelecehan seksual anak di ranah daring yang ada di seluruh dunia. Angka ini meningkat 20 persen pada 2023. “Konten yang dilaporkan tersebut berasal dari situs-situs yang menampilkan gambar dan video pelecehan seksual anak,” kata Ahmad Sofian.

    Pihaknya menambahkan Belanda menjadi negara dengan jumlah pelaporan konten kekerasan dan pelecehan seksual anak terbanyak di dunia, dengan jumlah setara 32 persen dari seluruh konten terkait yang tersebar secara global. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSepanjang Tahun 2023, BNPT Tangkap 148 Teroris
    Next Article KPK Lakukan Pencarian Harun Masiku Melalui Wahyu Setiawan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.