Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pertanyakan Netralitas Polri, Henry Yosodiningrat Temui Kabarhakam
    News

    Pertanyakan Netralitas Polri, Henry Yosodiningrat Temui Kabarhakam

    February 12, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pertanyakan Netralitas Polri, Henry Yosodiningrat Temui Kabarhakam 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pertanyakan Netralitas Polri, Henry Yosodiningrat Temui Kabarhakam 2
    Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran dan Henry Yosodiningrat memberikan keterangan kepada wartawan terkait video viral Polri tidak netral di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/2/2024). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Netralitas Polri dalam Pemilu 2024 sebagaimana dipertanyakan dalam video Henry Yosodinigrat, oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Fadil Imran sebagai bagian dari kritik dan masukan dari masyarakat untuk kebaikan institusi.

    “Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Polri dari seluruh lapisan masyarakat, kami Polri tidak anti-kritik dengan segala masukan tersebut,” kata Fadil usai bertemu Henry Yosodinigrat di Gedung Bakarham Polri, Jakarta, dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin (12/2).

    Henry bertemu Kabaharkam Polri dalam rangka klarifikasi tentang informasi yang diperolehnya melalui pesan grup WhatsApp terkait perintah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada Dirbimas Polda mengenai Pemilu 2024.

    Sebelumnya, isi dari pesan tersebut dibacakan oleh Henry saat mengisi acara Mimbar Keprihatinan Bangsa dan Seruan Kebangsaan Purnawirawan TNI-Polri di Jakarta tanggal 9 Februari, kemudian videonya viral di media sosial yang dikaitkan dengan ketidaknetralan Kapolri dalam Pemilu 2024.

    Dalam pertemuan tersebut, selain mengklarifikasi terkait informasi perintah Kapolri itu, Henry juga menyampaikan harapannya agar Polri netral dalam menjalankan tugas mengawal dan mengamankan Pemilu 2024.

    Fadil menyebut, apa yang disampaikan oleh Henry tersebut menjadi bahan evaluasi untuk institusi Polri yang tidak anti-kritik, sesuai harapan masyarakat. “Tentunya masukan ini jadi bahan evaluasi untuk institusi yang modern agar sesuai harapan masyarakat,” kata Fadil.

    Dalam kesempatan tersebut, Fadil pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Yang terpenting, lanjut dia, menjelang masa pemilihan ini yang harus dijaga persatuan dan kesatuan. “Saya kira sepakat semua dengan beliau (Henry) untuk tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan,” kata Fadil.

    Mantan Kapolda Jatim dan Metro Jaya itu juga menegaskan netralitas Polri sesuai ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang memberikan kritik dan saran terkait dengan demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia,” kata Fadil.

    Sementara itu, Henry Yosodiningrat mengatakan kedatangannya ke Mabes Polri merupakan inisiatif sendiri untuk meminta klarifikasi mengenai informasi yang diterimanya tentang instruksi khusus Kapolri kepada jajarannya terkait Pemilu 2024.

    Henry mengaku instruksi Kapolri tanpa surat telegram resmi itu didapatkannya dari pesan WhatsApp yang sudah tersebar.

    Namun, saat isi pesan itu ia bacakan dalam acara yang videonya viral tersebar, belum dikonfirmasi ke Kapolri secara langsung kebenarannya.

    “Saya sengaja datang kemari untuk meminta klarifikasi terkait dengan statement tanggal 9 Februari yang sempat viral, saya mengatakan bahwa ada perintah khusus dari Kapolri kepada direktur binmas di seluruh Polda,” tutur Henry.

    Henry beralasan belum mengkonfirmasi informasi itu kepada Kapolri karena tidak punya nomor telepon Kapolri untuk dihubungi.

    Namun, setelah video itu viral, dirinya mendapat telepon dari sejumlah Kapolda kenalannya yang menyampaikan informasi tersebut tidak benar.

    Hingga ia menghubungi Kabaharkam Polri selaku atasan Dirbinmas Polda untuk mengklarifikasi informasi tersebut. “Beliau (Kabaharkam) mengatakan bahwa sudah terkonfirmasi dengan Pak Kapolri dan sudah terkonfirmasi bahwa informasi itu tidak betul, (Kapolri) memberikan arahan kepada dirbinmas, ada lima poin seperti yang saya sampaikan itu,” ujar Henry. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFilm “Dirty Vote” Bagian Dari Dinamika Politik
    Next Article KPU RI Sebut Puluhan Pemantau Pemilu Asing akan Datangi TPS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.