Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Pemerintah perhatikan pembangunan “charging station” untuk EV
    Automotive

    Pemerintah perhatikan pembangunan “charging station” untuk EV

    February 28, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pemerintah perhatikan pembangunan "charging station" untuk EV 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Pembangunan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging) kendaraan listrik menjadi perhatian pemerintah, terutama di tempat umum, hunian vertikal (seperti apartemen atau rumah susun), dan lokasi strategis yang memiliki jumlah ‘heavy user electric vehicle’ yang tinggi.

    Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Rachmat Kaimuddin dalam diskusi kendaraan listrik untuk zero emisi bersama ‘International Council on Clean Transportation’ (ICCT) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, optimistis titik-titik pemasangannya akan terus bertambah seiring pertumbuhan minat produsen otomotif memasok kendaraan listrik ke Indonesia.

    “Sambil pertumbuhan ini berjalan, kami akan meninjau secara teratur pemasangan ‘charging’-nya. Presiden juga memberi persetujuannya agar kami mendorong pembangunan charging ini di tempat-tempat umum yang banyak, dan juga dimudahkan,” kata Rachmat.

    Baca juga: Pemerintah bangun 122 stasiun isi daya kendaraan listrik hingga April

    Baca juga: NETA-PT PLN siapkan ragam fasilitas pengisian kendaraan listrik

    Hasil studi peneliti ICCT menyebut jumlah infrastruktur pengisi daya di tempat umum yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan dua juta kendaraan listrik pada 2030 sebanyak 25.600.

    Menurut hasil studi yang ditulis oleh Tenny Christiana, Logan Pierce, Chelsea Baldino, dan Jacob Schmidt, investasi yang dibutuhkan untuk membangun 25.600 unit stasiun pengisi daya kendaraan listrik mencapai 597 juta dolar AS (atau Rp8,86 triliun), yang dapat ditutup dari belanja pemerintah dan swasta.

    Sementara itu, PT PLN saat ini telah menyuplai listrik untuk 1.124 SPKLU dan 1.839 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 427 lokasi. PLN juga menawarkan layanan pemasangan perangkat pengisian daya kendaraan listrik di rumah.

    Rachmat menanggapi, situasi saat ini yang belum mencapai jumlah ideal menurut hasil studi, bukan berarti menjadi hambatan membeli EV.

    Karena, banyak produsen otomotif yang memberi servis berupa perangkat pengisi daya rumahan (home charging) dan menyediakan jaringan diler yang memiliki layanan isi daya kendaraan listrik buatan mereka.

    Rachmat sendiri pengguna Ioniq sejak lama, dan mengaku terbantu dengan layanan pengisian daya kendaraan listrik yang diberikan oleh produsen otomotif.

    “Saya memakai colokan bawaan yang cuma 2 kW, sejauh ini enggak ada kendala isi daya karena satu kali isi daya itu bisa pakai lima sampai tujuh hari sebenarnya, kalau baterai terisi penuh,” kata dia.

    “Infrastruktur charging memang sangat penting, perlu banget kita perhatikan. Tapi apakah ini menjadi ‘bottleneck’, belum, menurut saya,” tambah Rachmat.

    Tapi pemerintah juga tidak ingin menunda-nunda pembangunan infrastruktur stasiun pengisi daya sampai semua yang memiliki EV di rumah mengeluh, baru dibangun. Tidak demikian.

    Dia mengisyaratkan, pemerintah akan menaruh infrastruktur yang sesuai dengan tempat dan kebutuhan. Misalnya, di hunian vertikal yang penghuninya banyak memakai EV, agar tidak menyulitkan, harus tersedia pengisi daya yang cepat (fast charging).

    Terkait Stasiun Penukaran Baterai (swapping battery) kendaraan sepeda motor listrik, pemerintah juga akan menambah jumlah tempatnya sambil standar kualitas baterai yang diharapkan para pabrikan maju bisa disepakati bersama-sama.

    “Intinya kami mendorong heavy-heavy user EV, mencocokkan standar kualitas baterai dan tempat penukarannya,” kata Rachmat.

    Baca juga: PLN fokuskan pembangunan SPKLU dan “home charging” kendaraan listrik

    Baca juga: PLN Jakarta berencana tambah 11 unit pengisian daya kendaraan listrik

     

    Pewarta: Abdu Faisal
    Editor: Zita Meirina
    Copyright © ANTARA 2024

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePeneliti perkirakan usia pakai baterai dan kendaraan listrik
    Next Article Dua mobil listrik premium MG dipamerkan di Geneva Motor Show
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.