Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Isuzu dan Toyota tanggapi Menperin soal impor D-cab
    Automotive

    Isuzu dan Toyota tanggapi Menperin soal impor D-cab

    March 22, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Isuzu dan Toyota tanggapi Menperin soal impor D-cab 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta (ANTARA) – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) menanggapi pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang perihal impor kendaraan kabin ganda (double cabin/D-cab).

    Baru-baru ini, Menteri Agus meminta prinsipal produsen roda empat untuk mengevaluasi kembali pemikiran memilih Thailand sebagai pusat produksi kendaraan-kendaraan niaga, termasuk D-cab ketimbang Indonesia.

    Ia juga menyoroti mayoritas kendaraan tersebut hadir di Indonesia namun belum diproduksi lokal alias masih berstatus CBU (Completely Built Up) atau impor utuh dari negara luar.

    Menanggapi hal ini, Kepala Operasional Bisnis & Strategi PT IAMI, Attias Asril mengatakan pemerintah perlu memberikan insentif yang tepat untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

    “Pastinya harus ada kompensasi atau insentif pendukung, kalau tidak, dan kalau (hanya) apa adanya seperti sekarang, ‘pindahkan semua pabriknya’ mungkin berat,” kata dia pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (22/3) malam.

    Attias menyebut perlu perhitungan lebih dalam untuk memindahkan pabrik ke Tanah Air atau menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan-kendaraan niaga, termasuk D-cab.

    Baca juga: Total investasi perakitan kendaraan listrik RI capai Rp4,49 triliun

    Baca juga: Pemerintah revisi target TKDN kendaraan listrik untuk tarik investasi

     

    Isuzu dan Toyota tanggapi Menperin soal impor D-cab 2
    Isuzu D-Max (ANTARA/X/Isuzu Philippines)


    “Gambarannya begini, pasarnya seberapa besar? pemain yang bermain di situ berapa? jadi dalam setahun itu berapa masing-masing kalau dibagi rata? Kalau dipindahkan, dengan hanya segitu, harganya akan jadi mahal apa enggak? Supaya terjangkau bagaimana? Harus ada apa? Hitung-hitungannya begitu,” ujar Attias.

    Hal serupa juga diungkapkan Toyota, yang saat ini masih mengimpor pikap andalannya Toyota Hilux dalam bentuk CBU dari Thailand.

    Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmy mengungkap ada beberapa faktor penyebab masih impor, utamanya ialah pasar Indonesia yang condong pada mobil penumpang tiga baris (3-row seater).

    “Produksi itu banyak faktornya, Indonesia kuat di kendaraan jenis 3-row seater, itu kenapa kita kuat di Calya, Avanza, Innova, kalau dilihat negara manapun di ASEAN, Indonesia adalah pusatnya, tapi kalau pikap pusatnya adalah di Thailand,” kata Anton pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/3).

    “Jadi kalau memang Indonesia ingin memproduksi pikap, pasar pikapnya harus diperbesar,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Anton mengungkap pasar mobil pikap dan D-cab terbesar di dunia adalah di Thailand dan Amerika Serikat, pasarnya tembus di atas 50 persen, atau sekitar 400 ribu unit.

    “Saya setuju kita ingin lokalisasi, tapi kita harus realistis juga bahwa Indonesia adalah negara yang fokusnya 3-row seater, dan sebenarnya yang kita harapkan, ketimbang melihat prioritas pikap, kita harus pertahankan yang yang sudah ada di Indonesia, termasuk hybrid,” ujar Anton.

    Berdasarkan data Federation of Thai Industries (FTI) per Januari 2024, penjualan otomotif Thailand masih didominasi mobil D-cab, dengan penjualan Toyota Hilux sebanyak 9.354 unit dan urutan kedua Isuzu D-Max dengan volume penjualan 9.325 unit.

    Baca juga: Kemenperin berkomitmen atasi perubahan iklim lewat ragam regulasi BEV

    Baca juga: Kemenperin kebut target pengembangan ekosistem kendaraan listrik 2030

    Baca juga: Pemerintah bidik produksi kendaraan bermotor 10 juta unit

     

    Pewarta: Pamela Sakina
    Editor: Zita Meirina
    Copyright © ANTARA 2024

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleUnited Tractors masih uji coba penerapan elektrifikasi pada alat berat
    Next Article Presiden Tinjau Korban Banjir di Demak
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.