Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Buddha Swat, Simbol Toleransi yang Kembali Gagah Berdiri
    News

    Buddha Swat, Simbol Toleransi yang Kembali Gagah Berdiri

    July 12, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Buddha Swat, Simbol Toleransi yang Kembali Gagah Berdiri

    Pemugaran patung Budha Swat (Foto: AFP)

    Islamabad – Sekitar 11 tahun lalu, pasukan Taliban meletakkan dinamit di bawah patung Buddha Swat yang berlokasi di tebing granit Pakistan Utara. Dinamit meledak, wajah Budha Swatt pun rusak berat.

    Pada Rabu (11/7) kemarin, upaya pemugaran berlangsung sukses. Patung yang menjadi simbol toleransi dan persaudaraan di Pakistan itu akhirnya kembali berdiri tegak.



    “Rasanya seperti mereka membunuh ayah saya. Mereka menyerang budaya saya, sejarah,” ujar pemuka Budha Parvesh Shaheen dilansir dari AFP pada Kamis (12/7).

    Parvesh menceritakan, satu dekade lalu para militan memanjat patung setinggi enam meter itu untuk meletakkan peledak. Akan tetapi, tak seluruhnya meledak. Karena itu hanya wajah Sang Budha yang mengalami kerusakan.

    Baca juga :

    • Bom Saat Kampanye di Pakistan Tewaskan 12 Orang
    • Kandidat Majelis Pakistan Tewas Bom Bunuh Diri
    • Pakistan Luncurkan Dua Satelit Pemantau

    “Kami tidak membenci siapapun, agama apapun. Apakah masuk akal untuk membenci seseorang?” kata Parvesh.

    Populasi Swat saat ini didominasi oleh kalangan Muslim konservatif, di mana norma budaya setempat mewajibkan perempuan mengenakan burqa (cadar).

    Namun berabad-abad sebelumnya, Swat dikenal sebagai tanah suci bagi penganut Budha. Hingga abad ke-20, Swat menjadi objek ziarah setiap tahunnya.

    Seiring dengan perkembangan Islam yang membuat Hindu dan Budha menjadi minoritas, tulis AFP, kedua agama itu kerap menjadi sasaran diskriminasi atau kekerasan.

    Adapun zaman keemasan Swat berlangsung pada abad kedua hingga keempat. Ketika itu, di Swat berdiri lebih dari 1.000 biara, suaka, dan stupa yang tersebar di seluruh lembah.

    “Para peziarah disambut oleh gambar-gambar pelindung, patung, dan prasasti. Disusun kiloan meter,” kara seorang arkeolog Italia Luca Maria Olivieri.

    TAGS : Budha Patung Pakistan Toleransi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/37567/Buddha-Swat-Simbol-Toleransi-yang-Kembali-Gagah-Berdiri/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKomisi XI DPR: Pajak adalah Tulang Punggung Negara
    Next Article Jokowi dan Cak Imin Bertemu, Mantapkan JOIN?
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.