Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Lima Faktor Pengaruhi Ketersediaan Pangan di Indonesia
    News

    Lima Faktor Pengaruhi Ketersediaan Pangan di Indonesia

    October 19, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Lima Faktor Pengaruhi Ketersediaan Pangan di Indonesia

    Ketua DPR, Bambang Soesatyo

    Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut, ada limaa faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan di Indonesia kian menurun. Apa saja kelima faktor tersebut?

    Pertama, kata Bamsoet, kendala lahan pertanian yang kian berkurang karena kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Kedua, dampak perubahan iklim global yang ekstrim.



    “Ketiga, kondisi pertanian Indonesia didominasi petani kecil dengan kepemilikan lahan yang sangat kecil rata-rata hanya sekitar 0,5 hektar, sehingga mengakibatkan kesulitan terhadap akses permodalan, pasar, informasi dan teknologi,” kata Bamsoet, saat menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38, di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10).

    Keempat, lanjut Bamsoet, proporsi kehilangan hasil panen dan pemborosan masih cukup tinggi sekitar 10-20 persen. Dan yang terakhir, ketidakseimbangan produksi pangan antar wilayah.

    Baca juga :

    • Ketua DPR Puji Jokowi dalam Wujudkan Kadaulatan Pangan
    • Ketua DPR: Jokowi Menunjukkan Kelas sebagai Pemimpin Dunia
    • Ketua DPR: Pertemuan IMF-Bank Dunia Dongkrak Perekonomian Indonesia

    “Akibatnya, daerah Jawa yang subur mempunyai produksi pertanian yang besar. Sementara, daerah luar Jawa produksinya relatif kecil karena lahannya kurang subur,” jelas Bamsoet.

    Lebih jauh Bamsoet mengingatkan, dunia sempat mengalami beberapa kali krisis pangan global. Di tahun 2008, Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan naiknya angka kelaparan global mencapai 40 juta jiwa. Pada tahun 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan sebanyak 815 juta orang di dunia menderita kelaparan. Jumlah tersebut sama dengan 11 persen pupulasi penduduk dunia.

    “FAO juga melansir 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun ditengah 815 juta orang menderita kekurangan pangan di seluruh dunia. Ini ironis sekali. Kita bisa wujudkan dunia tanpa kelaparan dimulai dari diri sendiri. Mari belajar bersyukur dari hal-hal yang kecil seperti tidak membuang-buang makanan,” ajak Bamsoet.

    Politisi Partai Golkar ini optimis pilot project lahan rawa lebak dan pasang surut yang dijadikan lahan pertanian oleh Kementerian Pertanian di Desa Jejangkit Muara Kalimantan Selatan, akan berhasil.

    Diatas lahan seluas 4.000 hektar dimana 750 ribu diantaranya sudah ditanami padi, akan bisa menopang stok beras nasional di masa paceklik yang biasa terjadi pada Desember-Januari akibat usainya panen padi di pulau Jawa.

    “Pilot project ini akan mampu merangsang berbagai daerah lain di luar pulau Jawa untuk mengembangkan lahan pertanian. Lahan rawa lebak dan pasang surut yang selama ini tidak bisa dibuat apa-apa, kini dengan bantuan pemerintah pusat akan menjadi lahan yang produktif. Dengan demikian bisa meningkatkan nilai ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat, sehingga kita tidak hanya bergantung pada lahan pertanian pulau Jawa saja,” tutur Bamsoet.

    Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengingatkan agar pilot project tersebut digarap dengan serius. DPR RI siap bekerjasama memberikan berbagai dukungan yang diperlukan, baik dari segi peraturan perundangan maupun anggaran.

    “Marilah kita jadikan momentum perayaan hari pangan sedunia ini untuk memantapkan program ketahanan pangan nasional. Sehingga, bangsa kita menjadi bangsa yang sejahtera, mempunyai kecukupan pangan serta jauh dari kelaparan dan kekurangan gizi. Sekaligus, mewujudkan bangsa Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” pungkas Bamsoet.

    TAGS : Ketua DPR Bambang Soesatyo Kedaulatan Pangan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/42481/Lima-Faktor-Pengaruhi-Ketersediaan-Pangan-di-Indonesia/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKJRI Jeddah Pulangkan WNIO Penderita Penyakit Berat
    Next Article ISIS Tawan 700 Orang di Suriah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.