Andalannews.com – Apakah niat puasa 9 dan 10 Muharram dan qadha Ramadhan bisa digabung? Simak penjelasan berikut keutamaan puasa Tasua dan Asyura bagi yang akan menjalankannya.
Pada dasarnya, qadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan seseorang yang memiliki utang puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, perjalanan jauh, haid, nifas, atau kondisi lain yang dibenarkan dalam Islam.
Sementara puasa Tasua dan Asyura merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram.
Lalu, bagaimana hukumnya jika keduanya justru akan dilakukan secara bersamaan? Berikut ulasan lengkap yang perlu diketahui.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai niat puasa 9 dan 10 Muharram dan qadha Ramadhan, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan puasa Tasua dan Asyura.
Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Sementara puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Kedua puasa tersebut memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bahkan, puasa Asyura dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar karena dikaitkan dengan penghapusan dosa-dosa kecil pada tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.
Karena itulah banyak umat Muslim berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan beribadah pada hari-hari tersebut.
Niat Puasa 9 dan 10 Muharram Bisa Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Salah satu pertanyaan yang paling banyak dicari adalah apakah puasa qadha Ramadan dapat digabung dengan puasa Tasua dan Asyura.
Dalam praktiknya, banyak ulama berpendapat bahwa seseorang yang memiliki utang puasa Ramadan dapat melaksanakan puasa qadha bertepatan dengan hari Tasua atau Asyura. Dengan kata lain, seseorang tetap menjalankan puasa qadha pada tanggal 9 atau 10 Muharram.
Namun terdapat perbedaan pandangan mengenai apakah pahala puasa sunnah Tasua dan Asyura juga bisa diperoleh secara bersamaan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang tetap berpeluang mendapatkan keutamaan puasa sunnah ketika melaksanakan qadha pada hari yang bertepatan dengan Tasua atau Asyura. Sementara sebagian lainnya menilai bahwa niat utama tetap harus diarahkan untuk qadha karena sifatnya wajib.
Meski demikian, banyak kalangan ulama sepakat bahwa menyelesaikan utang puasa Ramadan sebaiknya menjadi prioritas sebelum memperbanyak puasa sunnah lainnya.
Dalam Islam, ibadah wajib memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan ibadah sunnah. Oleh karena itu, bagi seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan, menyelesaikan qadha puasa menjadi hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Hal ini bukan berarti puasa Tasua dan Asyura tidak penting. Namun kewajiban yang belum ditunaikan tetap memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan amalan sunnah.
Karena itu, sebagian umat Muslim memilih mengisi tanggal 9 dan 10 Muharram dengan puasa qadha Ramadan. Selain menjalankan kewajiban, mereka juga berharap mendapatkan keberkahan dari hari-hari mulia tersebut.
Niat Puasa Qadha Ramadhan pada 9 Muharram
Bagi yang ingin mengerjakan qadha puasa Ramadan bertepatan dengan tanggal 9 Muharram, niat yang dibaca tetap niat qadha puasa wajib. Berikut bacaan niat qadha puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya:
Saya berniat mengqadha puasa wajib Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.
Dengan niat tersebut, seseorang telah melaksanakan puasa qadha yang menjadi kewajibannya.
Niat Puasa Qadha Ramadhan pada 10 Muharram
Jika puasa qadha dilakukan pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura, niat yang digunakan juga tetap niat qadha Ramadan.
Karena tujuan utamanya adalah mengganti puasa wajib yang belum ditunaikan, maka fokus niat diarahkan kepada ibadah qadha tersebut.
Dalam ibadah puasa, niat memiliki peran penting karena menjadi pembeda antara puasa wajib dan puasa sunnah.
Karena itu, seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan tidak perlu bingung mencari lafaz khusus untuk menggabungkan keduanya. Yang terpenting adalah memastikan niat qadha telah ada sejak malam hari sebelum puasa dilaksanakan.
Pembahasan mengenai penggabungan niat sering menjadi topik yang menarik setiap menjelang Muharram.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang berpuasa qadha pada hari yang bertepatan dengan Tasua atau Asyura, maka ia tetap mendapatkan pahala qadha sebagai tujuan utama.
Sementara terkait pahala sunnah Tasua atau Asyura, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Ada yang berpendapat bahwa keutamaan hari tersebut tetap dapat diperoleh karena pelaksanaan puasanya bertepatan dengan waktu yang dianjurkan. Namun ada pula yang menganjurkan agar puasa sunnah dilakukan secara terpisah untuk mendapatkan keutamaan yang lebih sempurna.
Karena adanya perbedaan pandangan tersebut, umat Muslim dapat mengikuti pendapat ulama yang diyakini dan menjadi rujukan masing-masing.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram. Muharram sendiri merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, berbagai amalan baik yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Puasa Asyura secara khusus dikenal karena keutamaannya yang berkaitan dengan penghapusan dosa-dosa kecil pada tahun sebelumnya. Sementara puasa Tasua dianjurkan sebagai bentuk penyempurna pelaksanaan puasa Asyura.
Tak heran jika setiap tahun banyak umat Muslim berusaha meluangkan waktu untuk menjalankan kedua puasa tersebut.
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Pelaksanaannya sama seperti puasa pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bagi yang ingin menjalankan puasa qadha bertepatan dengan Tasua dan Asyura, waktu pelaksanaannya juga mengikuti ketentuan yang sama.
Yang membedakan hanyalah niat yang ditetapkan sebelum memulai puasa. Bulan Muharram sering menjadi momentum yang baik untuk mulai melunasi utang puasa Ramadan.
Jika masih memiliki beberapa hari qadha yang belum ditunaikan, membuat jadwal sejak awal Muharram dapat membantu agar kewajiban tersebut segera selesai.
Selain itu, menjalankan qadha pada hari-hari yang memiliki keutamaan tertentu juga dapat menjadi motivasi tambahan untuk lebih semangat beribadah.
Namun yang terpenting adalah memastikan bahwa qadha dilakukan dengan niat yang benar serta dilaksanakan secara konsisten hingga seluruh utang puasa Ramadan selesai.
Mengapa Topik Ini Banyak Dicari?
Pencarian mengenai kepastian apakah niat puasa 9 dan 10 Muharram dan qadha Ramadhan bisa digabung terus meningkat setiap tahun karena berkaitan langsung dengan kebutuhan umat Muslim.
Banyak orang yang baru menyadari masih memiliki utang puasa ketika memasuki bulan-bulan istimewa dalam kalender Hijriah.
Di sisi lain, keutamaan puasa Tasua dan Asyura membuat mereka tidak ingin kehilangan kesempatan untuk beribadah pada hari-hari tersebut.
Kombinasi antara kewajiban qadha dan keinginan menjalankan amalan sunnah inilah yang membuat topik ini selalu ramai dicari menjelang Muharram.




