Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kerugian dan Kerusakan Bencana Sulteng Tertaksir Rp13,82 triliun
    News

    Kerugian dan Kerusakan Bencana Sulteng Tertaksir Rp13,82 triliun

    October 21, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kerugian dan Kerusakan Bencana Sulteng Tertaksir Rp13,82 triliun

    Tsunami terjang Palu, Sulawesi Tengah (foto: BNPB)

    Jakarta – Catatan kerugian dan kerusakan dari bencana Sulawesi Tengah mencapai Rp13,82 triliun.  Laporan itu berdasarkan rilis yang dikeluarkan  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Hingga kini, tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB masih melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana tersebut.

    Hasil perhitungan sementara data per 20 Oktober, BNPB mencatat dampak ekonomi lebih dari Rp13,82 triliun dengan rincian kerugian mencapai Rp1,99 triliun dan kerusakan mencapai Rp11,83 triliun.



    Kerugian meliputi lima sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp7,95 triliun, sektor infrastruktur Rp701,8 miliar, sektor ekonomi produktif Rp1,66 triliun, sektor sosial Rp3,13 triliun, dan lintas sektor mencapai Rp378 miliar.

    “Efek kerugian dan kerusakan di sektor permukiman menjadi yang paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dilansir Anadolu.

    Baca juga :

    • Unhas Terima 1.680 Mahasiswa Universitas Tadulako
    • Gempa "Kuat" Terjadi di Mamberamo Papua
    • KPI Gandeng Baznas Salurkan Bantuan ke Sulteng

    Terjangan tsunami yang memiliki ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter tercatat menggulung permukiman terjauh hampir 0,5 km dari bibir pantai. Begitu juga dengan terjadinya tanah amblas dan pengangkatan permukiman di Balaroa.

    “Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang,” imbuh dia.

    Berdasarkan sebaran wilayah, jelas Sutopo, kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp7,63 triliun, kabupaten Sigi Rp4,29 triliun, Donggala Rp1,61 triliun dan Parigi Moutong mencapai Rp393 miliar.

    “Untuk perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan,” jelas Sutopo.

    BNPB memperkirakan, untuk membangun kembali daerah terdampak bencana pada saat periode rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan anggaran lebih dari Rp10 triliun.

    “Tentu ini bukan tugas yang mudah dan ringan, namun Pemerintah dan Pemda akan siap membangun kembali nantinya. Tentu membangun yang lebih baik dan aman sesuai prinsip build back better and safer,” tukas Sutopo.

    Dampak bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda empat daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, terdata oleh BNPB hingga hari ini pukul 13.00 WIB merenggut 2.256 orang meninggal dunia.

    Sebaran korban tewas itu terdapat di Kota Palu sebanyak 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.  Semua korban sudah dimakamkan.

    BNPB masih mencatat sebanyak 1.309 orang masih hilang, 4.612 orang luka-luka, dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

    Untuk kerusakan bangunan dan infrastruktur, BNPB mencatat ada sebanyak 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, 168 titik retak jalan, tujuh unit jembatan dan sebagainya. “Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan,” jelas Sutopo.

    TAGS : Gempa Tsunami Palu Donggala BNPB

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/42588/-Kerugian-dan-Kerusakan-Bencana-Sulteng-Tertaksir-Rp1382-triliun/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAS Cabut Pakta Senjata Nuklir, Rusia Geram
    Next Article Trump Diminta Tarik Duta Besar AS di Riyadh
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.