Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Biaya Transportasi di Indonesia Masih Mahal
    News

    Biaya Transportasi di Indonesia Masih Mahal

    August 12, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Biaya Transportasi di Indonesia Masih Mahal

    Pengamat transportasi sekaligus akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno.

    Jakarta, Jurnas.com – Eforia taksi online sudah saatnya diakhiri. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus lebih memperhatikan angkutan umum yang hingga saat ini masih dalam kondisi sangat memprihatinkan. 

    Demikian disampaikan Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno kepada jurnas.com di Jakarta, Senin (12/8/2019).



    Djoko mengatakan, sudah semestinya Kemenhub sekarang memikirkan keberadaan transportasi umum se-Indonesia yang sudah kolaps.

    Program membentulk transportasi umum yang humanis di 33 kota se-Indonesia di era pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo dianggap Djoko sudah gagal.

    Baca juga.. :

    • Pemulihan Pasca Gempa Palu, Kemenhub Bangun 3 Pelabuhan
    • Dinilai Berhasil Informasikan Mudik Lebaran, Kemenhub Diganjar Penghargaan Oleh KSP
    • Kemenhub Fokus Kembangkan Angkutan Darat dan Kereta Api

    “Jangan lagi ditambah kegagalan akan meluncurkan pembelian layanan (buy the service) untuk 6 kota. Sebab, hingga kini bentuk penyaluran anggaran tersebut dari Kemenhub ke daerah saja belum jelas,” kata Djoko.

    “Padahal untuk memastikan hingga beroperasi program buy the service tersebut membutuhkan waktu minimal 6 bulan,” sambung Djoko.

    Djoko menegaskan, sudah saat eforia taksi online diakhiri. Sebab kalau Kemenhub cermat,  banyak yang jadi korban karena ketidakjelasan program ini. “Hingga saat inipun, Kemenhub tidak tahu secara pasti berapa jumlah taksi online. Lantas bagaimana melakukan pembinaannya?” tutur Djoko.

    Djoko melihat, pihak aplikator tetap berjaya. Sementara driver hanya sebagai sapi perahan dan tumbal bagi langgengnya industri fintek mereka. “Hal seperti ini tidak atau kurang disadari oleh Kemenhub. Rakyat seolah dibuat senang secara semu,” tegasnya.

    Menurutnya, keterpurukan transportasi umum di daerah adalah akibat Kemenhub tidak peduli dan bekerja lambat. Sehingga rakyat jadi mahal mengeluarkan ongkos transportasi yang berkisar antara 25-35% dari pendapatan bulanannya.

    “Sungguh tidak ideal. Di negara lain rata rata ongkos transportasi sudah di bawah 10% dari pendapatan bulanannya,” katanya.

    Bandingkan dengan negara lain yang berlomba lomba memperbaiki layanan transportasi umum. Sementara di Indonesia, transportasi umum dibiarkan mati selamanya.

    Djoko mengakui ada upaya penataan, tetapi sangat lamban. Bahkan Djoko berani memprediksi program penataan untuk 6 kota bisa gagal jika Kemenhub tidak serius urus transportasi umum.

    Menuritnya, kinerja transportasi umum di Jakarta bukan representasi kondisi transportasi umum se Indonesia. Sebab kondisi di daerah saat ini, jalan baru sudah terbangun (jalan pararel perbatasan Kalimantan 1.900 km,  jalan pantai selatan Jawa sudah lebih dari 500 km selesai, dan jalan Trans Papua). Sayangnya, layanan transportasi umum tak kunjung diberikan.

    “Bagaimana masyarakat setempat akan maju ekonominya, jika hanya prasarana yang dibangun tidak diikuti sarana transportsi umumnya?” kata Djoko.

    Djoko berpesan, Kemenhub harus serius memperhatikan layanan transportasi umum di daerah, supaya pengeluaran masyarakat tidak besar untuk mobilitas kesehariannya.

    “Negara juga diuntungkan, akan hemat BBM, angka kecelakaan menurun, kemacetan lalu lintas di beberapa kota bisa terselesaikan,” tutup Djoko.

    TAGS : angkutan umum Kemenhub buy the service

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/57429/Biaya-Transportasi-di-Indonesia-Masih-Mahal/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTerminal 3 Soekarno-Hatta Kini Sediakan Ruang Kerja untuk Para Profesional
    Next Article Dalam Sebulan Sebanyak 243 Tersangka Ditangkap Polda Metro Jaya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.