Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mendikbud: Guru Senior Jangan Peras Guru Honorer
    News

    Mendikbud: Guru Senior Jangan Peras Guru Honorer

    August 17, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mendikbud: Guru Senior Jangan Peras Guru Honorer

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

    Jakarta, Jurnas.com – Seorang guru tidak hanya dituntut menjadi pribadi panutan di dalam kelas. Di luar kelas, guru juga harus memiliki kinerja yang baik, sikap mengayomi, serta kepedulian yang tinggi.

    Demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di depan ratusan guru dan tenaga kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi, pada Jumat (17/8) di Jakarta.



    Kepada para GTK Berprestasi dan Berdedikasi, Mendikbud Muhadjir berpesan agar guru senantiasa menumbuhkan jiwa profesional di sekolah.

    Sebab di lapangan, dia menemukan masih banyak adanya perilaku intimidatif yang dilakukan oleh guru senior bersertifikat kepada guru honorer.

    Baca juga.. :

    • Siswa Peneliti Bajakah Sebut Temuannya Cuma Karya Ilmiah
    • Mendikbud Ingatkan Guru Tidak Bermalas-malasan
    • Guru Honorer yang Tinggal di WC Sekolah Terima Bantuan Baznas

    “Guru yang sudah senior dan bersertifikat ini jangan memeras guru honorer untuk mengerjakan banyak hal. Sedangkan dia (guru senior) tidak pernah masuk sekolah,” kata Muhadjir.

    “Dan saya yakin, hal semacam itu harus dihilangkan oleh guru. Kurang pas di dalam dunia pendidikan. Dan tidak layak lagi orang seperti itu menyadang gelar profesional sebagai seorang guru,” imbuh dia.

    Tidak hanya memeras guru honorer untuk melakukan banyak pekerjaan, Muhadjir mengatakan sejumlah guru senior juga kerap kali tidak bekerja optimal karena merasa sudah lama mengabdi.

    “Karena dia merasa sudah seharusnya dia karwna sudah senior dan sudah lama mengabdi, gajinya seperti itu, kerjanya tidak harus serius-serius,” jelas dia.

    Mendikbud juga mendorong para guru yang sudah mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), peka terhadap gaji guru honorer yang ada di sekolah.

    Pasalnya menurut dia, tak jarang di satu sekolah terdapat disparitas gaji antara guru pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapatkan TPG dan inpassing dengan para guru honorer.

    “Saya tidak tahu apakah ada yang punya ide berbagai ketika di dalam satu sekolah ada guru yang tunjangan profesinya di atas 10 juta, sementara ada juga guru honorer gajinya 300 ribu, kemudian yang dapat tunjangan itu memberi atau beramal sebagian disisihkan untuk yang lain,” kata Muhadjir.

    GTK Berprestasi dan Berdedikasi

    Sementara Direktur Jenderal GTK Kemdikbud Supriano mengatakan, para GTK yang terpilih sebagai pemenang dalam anugerah GTK Berprestasi dan Berdedikasi telah melewati seleksi ketat.

    Dengan demikian, menurut dia, kompetensi masing-masing guru sudah teruji. Selanjutnya, hasil inovasi mereka akan disebarkan ke sejumlah sekolah, sebagai referensi model pembelajaran.

    “Pertama (hasilnya) kita bisa masukkan di web, karena sekarang sudah era digital. Jadi lebih mudah dicetak secara massal. Siapapun bisa mengakses,” terang Supriano.

    Seperti diketahui, 694 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari 34 provinsi se-Indonesia mengikuti seleksi Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2019.

    Supriano menerangkan, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, baik dari tingkat TK/PAUD hingga SMA/SMK.

    Untuk penilaian, lanjut Supriano, Kemdikbud tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis. Ajang yang diikuti oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah ini mempertimbangkan tiga kompetensi lainnya, yakni sosial, profesional, dan wawasan pendidikan.

    Uji kemampuan juga tak hanya dilakukan monoton melalui tes tertulis. Dalam beberapa rangkaian kegiatan para guru dan tenaga kependidikan juga diminta membuat video aktivitasnya selama mengajar di sekolah untuk diunggah secara daring. Selain itu, ada juga aktivitas permainan dan tugas kelompok.

    TAGS : Guru Honorer Mendikbud Muhadjir Effendy

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/57739/Mendikbud-Guru-Senior-Jangan-Peras-Guru-Honorer/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHUT RI Momentum Tingkatkan Kualitas Insan Perhubungan
    Next Article Siswa Peneliti Bajakah Sebut Temuannya Cuma Karya Ilmiah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.