Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kemenag Bantah Akan Hapus Materi Perang di Mapel SKI
    News

    Kemenag Bantah Akan Hapus Materi Perang di Mapel SKI

    September 28, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kemenag Bantah Akan Hapus Materi Perang di Mapel SKI

    Gedung Kementerian Agama RI (foto: Jurnas)

    Jakarta, Jurnas.com – Kementerian Agama (Kemenag) membantah akan menghapus materi mengenai perang di zaman Nabi Muhammad SAWW, dalam kurikulum mata pelajaran (mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) terbaru.

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kamaruddin Amin menegaskan, perang di zaman Nabi Muhammad merupakan fakta yang tidak dapat dipungkiri. Dan fakta itu, oleh pemerintah, akan diberikan penjelasan yang lebih komprehensif.

    “Sama sekali tidak dihilangkan, tapi diberi perspektif baru. Perang itu kan fakta, dan fakta itu tidak bisa dihilangkan,” kata Kamaruddin di Jakarta pada Sabtu (28/9).

    “Tetap ada, tapi diberi penjelasan lebih komprehensif dan perspektifnya lebih luas,” imbuh dia.

    Kamaruddin menambahkan, perang pada zaman nabi yang ada dalam buku-buku mapel SKI saat ini akan dijelaskan kembali tujuan dan konteksnya. Sehingga materi tersebut dapat dipahami secara lebih luas oleh peserta didik.

    Baca juga.. :

    • Pesantren Kecipratan APBN dan APBD dalam UU Pesantren
    • Kemenag Persilakan Mahasiswa Demo Asal Tidak Anarkis
    • Sebulan, Madrasah Bawa Pulang Sederet Gelar Internasional

    Sebelumnya, Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar, menolak kabar bahwa pemerintah akan menghilangkan materi perang secara keseluruhan dalam buku mapel SKI.

    Dia menerangkan, dalam melakukan tinjauan kurikulum, Kemenag telah melakukan beberapa kajian, di antaranya pendidikan sejarah Islam harus membentuk karakter yang dapat menunjang kognitif dan psikomotorik siswa.

    “Kalau sebelumnya peperangan yang dijadikan tonggak sejarah, ke depan, tonggak pendidikan sejarah kebudayaan Islam ialah lebih menitikberatkan pada pembangunan peradaban dan kebudayaan Islam,” ujar Umar.

    TAGS : Mapel SKI Materi Perang Kementerian Agama

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/60044/Kemenag-Bantah-Akan-Hapus-Materi-Perang-di-Mapel-SKI/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDibuka Tahun Depan, UIII Rekrut 200 Mahasiswa
    Next Article AS "Rajin" Langgar Resolusi PBB
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.